Tentang Kami

Aku Bahasa merupakan media interaktif yang menyediakan pelbagai bahasan tentang bahasa Indonesia. Media ini berdiri pada tanggal 19 September 2018. Mengusung visi "Literasi Memesat" yang bertujuan untuk mengembangkan minat literasi melalui media kami yang selalu menyediakan bahasan menarik, baik melalui media pembelajaran dan media informasi.

Faktanya, pengetahuan bahasa Indonesia di khalayak masih kurang. Salah satu bukti yang nyata adalah perolehan nilai bahasa Inggris yang didapat siswa sekarang lebih besar daripada nilai bahasa Indonesia. Padahal, bahasa Indonesia merupakan bahasa sendiri yang seharusnya dikuasai.

Situs ini kami gagas untuk berbagi pengetahuan mengenai bahasa Indonesia dan berusaha untuk mengatasi permasalahan ini.

Aku Bahasa akan menyajikan beberapa artikel pengetahuan yang bisa dikonsumsi oleh warganet. Selain itu, setiap minggunya kami akan menyajikan infografis menarik tentang bahasa Indonesia dan menyajikan video interakrif setiap bulannya di kanal kami.

Kami sangat senang apabila warganet ikut berkontribusi untuk kemajuan media ini. Kami tunggu kontribusimu! #LiterasiMemesat

Tim
Ali Hasan Asyari
Pendiri; Divisi Teknologi Informasi dan Media

Perbuatan baik itu menular. Begitu pula dengan berbahasa baik dan benar. Media ini dibuat untuk mengajak khalayak agar selalu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tidak ada salahnya, kan, untuk memulai dari sekarang? Jadi, ayo berbahasa Indonesia!

Desi Ari Sandi
Pendiri; Kepala Divisi Redaksi

Bagiku belajar bahasa itu sebuah keharusan karena bahasa merupakan modal di berbagai aspek kehidupan. Bagaimana dengan Anda?

Yulia Yulian
Redaksi Media Sosial

Mempelajari bahasa adalah mempelajari orang lain.

Meilani Puji Astini
Redaksi Media Sosial

Sebab dengan belajar bahasa kita akan tahu bahwa satu kata memiliki jiwa yang banyak. Aku dan kamu mampu memelekkan dunia dengan ilmu bahasa.

Teti Julianti
Redaksi Artikel

Bahasa mampu menerjemahkan mata kita, tangan kita, kaki kita, bahkan hati kita.

Rima Rismaya
Redaksi Artikel

Jika cinta kepada manusia saja bisa membuatmu berjuang sebegitu hebatnya, mengapa cinta ke bahasa Indonesia tidak bisa?

Herawati
Redaksi Artikel

Aku bangga belajar bahasa, karena dengan bahasa jendela duniaku terbuka.