UKBI, Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia

ditulis oleh: Yulia Yulian

Apakah kalian pernah mendengar istilah UKBI? 

Kalau belum, kalian akan mengenalnya lebih jauh dalam artikel ini.

Kalau pernah, kalian akan tetap mengenalnya lebih jauh, ya!

Setiap bahasa, utamanya yang dijadikan sebagai bahasa nasional suatu bangsa, memang sudah sepatutnya memiliki sebuah standar kemahiran. Hal ini dimaksudkan agar bahasa tersebut dapat dikembangkan, dibina, dilindungi, dan ditingkatkan fungsinya. Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia adalah standar penguasaan kebahasaan dan kemahiran berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan. 

Jika kalian bertanya-tanya mengapa harus punya, coba kalian bayangkan saat kita harus mengikuti tes TOEFL untuk keperluan-keperluan tertentu. Tes TOEFL juga merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Inggris. Gunanya? Tentunya yang paling umum adalah untuk memenuhi persyaratan kelulusan, persyaratan pekerjaan, persyaratan beasiswa, dan lain sebagainya. 

Jika kita harus mengikuti tes TOEFL atau tes-tes sejenisnya terlebih dahulu untuk bisa bekerja di suatu perusahaan atau di suatu negara, mengapa tidak dengan orang asing yang akan bekerja di Indonesia?

Itulah salah satu fungsi adanya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai parameternya. 

Walaupun begitu, UKBI ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang asing yang ingin belajar, bekerja, atau bahkan tinggal di Indonesia, loh. Orang Indonesia pun harus melakukan UKBI pada saat-saat tertentu sesuai tingkat kebutuhannya. Sebelum kita paparkan pemanfaatannya, kita kenali dulu, yuk, sasaran dari UKBI ini!

Dalam Permendikbud Nomor 70 Tahun 2016, sasaran UBKI ini ada dua, yakni penutur jati dan penutur asing. Penutur jati adalah orang yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, sedangkan penutur asing adalah orang yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu. 

Nah, sekarang kita paparkan pemanfaatan sertifikat UKBI-nya, ya!

• Bagi siswa SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi, sertifikat UKBI dapat dimanfaatkan sebagai pendamping kelulusan. 

• Bagi penutur jati dari kalangan professional, sertifikat UBKI dapat dimanfaatkan sebagai prasyarat sertifikasi profesi.

• Bagi warga negara asing, sertifikat UKBI dapat dimanfaatkan sebagai prasyarat untuk bisa belajar, bekerja, dan berniat untuk menjadi WNI.

Bagaimana pemeringkatan standar kemahiran berbahasa Indonesia dalam UKBI? Yuk, simak!

• Peringkat I (predikat Istimewa) berada dalam rentang skor 725-800.

• Peringkat II (predikat Sangat Unggul) berada pada rentang skor 641-724.

• Peringkat III (predikat Unggul) berada pada rentang skor 578-640

• Peringkat IV (predikat Madya) berada pada rentang skor 482-577.

• Peringkat V (predikat Semenjana) berada pada rentang skor 405-481.

• Peringkat VI (predikat Marginal) berada pada rentang 326-404.

• Peringkat VII (predikat Terbatas) berada para rentang skor 251-325.


Untuk mengetahui lebih jauh tentang deskripsi dan parameter setiap peringkatnya, kalian bisa buka Permendikbud Nomor 70 Tahun 2016, ya :)

Peringkat-peringkat tersebut bisa digunakan sebagai standar persyaratan untuk menjabat posisi-posisi tertentu, loh. Misalnya, jabatan pimpinan lembaga/instansi, rektor, peneliti, penyuluh, guru besar (profesor), dokter speasialis, editor, dan sekretaris, harus berada minimal di peringkat Sangat Unggul.

Sementara itu, jabatan teknisi, asisten ahli, juru masak, pekerja bangunan, pramuwisma, pengasuh bayi, atau operator mesin, minimal berada di peringkat Semenjana. 

Ada pula yang cukup berada di peringkat Marginal, seperti penjaga kebun, buruh, tenaga kebersihan, nelayan, petani, dan peternak. 

Bagi jenjang pendidikan pun sudah ditetapkan, ya:

• SD: Marginal

• SMP: Semenjana

• SMA: Madya

• Perguruan tinggi: Unggul

• Pascasarjana: Unggul


Terakhir, bagi penutur asing, ketentuannya sebagai berikut.

• Penutur asing yang belajar di Indonesia: Semenjana

• Penutur asing yang bekerja di bidang sosial, pendidikan, dan penelitian: Madya

• Penutur asing yang bekerja di Indonesia di bidang umum: Semenjana

• Penutur asing yang akan menjadi warga negara Indonesia: Unggul


Untuk kepentingan khusus, misalnya perekrutan ASN, penetapan karyawan, perlombaan kebahasaan dan kesastraan, atau beasiswa pendidikan, peringkatnya bisa ditetapkan oleh lembaga yang menyelenggarakan atas pendapat dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kita kenali dari UKBI ini, ya!

Semoga dengan adanya standar ini, bahasa Indonesia akan lebih dikembangkan, dibina, dilindungi, dan ditingkatkan lagi fungsinya. 


Sumber: Mendikbud. 2016. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia.

Artikel yang berkaitan
Komentar