Teks Laporan Hasil Obervasi

ditulis oleh: Herawati

Pernahkah kamu melakukan kegiatan observasi? Lalu apakah setelahnya kamu harus membuat teks laporan hasil observasi? Mungkin iya mungkin tidak. Jadi, apakah teks laporan observasi itu? 

Teks laporan hasil observasi menurut Kosasih (2016, hlm. 45) merupakan teks yang membahas suatu objek secara umum berdasarkan sudut pandang keilmuan secara objektif dengan sejelas-jelasnya. Objek yang dimaksud terkait dengan fenomena alam sosial, budaya, dan yang lainnya, serta disusun secara sistematis, logis, dan apa adanya. 

Menurut Nawawi dan Martini (1995, hlm 66) observasi merupakan pengamatan juga perencanaan secara sistematik yang terdiri dari unsur-unsur yang muncul dalam suatu gejala-gejala yang dalam objek penelitian. hasilnya akan dilaporkan dalam sebuah laporan yang disusun sistematis sesuai dengan aturannya. 

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan sebuah teks yang disusun secara sistematis dan bertujuan untuk melaporkan atau menjelaskan suatu objek atau peristiwa berdasarkan hasil pengamatan.


Lalu bagaimana cara menyusun teks laporan hasil observasi? Yuk, simak penjelasan mengenai struktur teks laporan hasil observasi berikut.

Menurut Kosasih (2016:45) struktur teks laporan hasil observasi tersusun dalam tiga bagian.

1. Definisi Umum 

Pada bagian ini berisi tentang pengertian, batasan, atau pengelompokkan dari objek yang dibahas (masalah yang dilaporkan). Bagian ini ditandai oleh pernyataan seperti berikut.

a. Tsunami merupakan ....
b. Kucing adalah ....
c. Musyawarah adalah ....

“Kuman sebenarnya merupakan hewan yang sangat kecil. Untuk melihatnya dibutuhkan miroskop elektron dengan pembesar 1.000 kali”

Dari paragraf tersebut terlihat penjelasan mengenai kuman yang didefinisikan secara umum, bahwa kuman adalah hewan yang sangat kecil.


2. Deskripsi bagian

Bagian ini menginformasikan beberapa hal yang berkenaan dengan objek yang dilaporkan, seperti ciri-ciri fisik atau keadaan, perilaku, rincian akibat, jumlah, tempat, waktu, dan yang lainnya. Bagian-bagian itu disampaikan mulai dari yang paling penting hingga ke bagian yang kurang penting. 

“Kuman biasanya masuk ke tubuh melalui jalan yang terbuka seperti mulut, hidung, dan luka. Namun, tubuhmu tidak akan tinggal diam bila daerahnya terusik atau terganggu. Dia sudah menyiapkan bala tentaranya untuk mengusir kuman-kuman nakal dan berbahaya ini.
Lihatlah di bagian dalam mulutmu ada beberapa tergantung di ujung tenggorokan. Itulah amandel. Dialah yang menjadi pertahanan pertama bila kuman tersebut masuk melalui mulut. Lalu di dalam hidungmu, terdapat bulu-bulu halus yang menjaga masuknya kuman”.

Paragraf di atas menjelaskan tentang kebiasaan dan ciri kuman yang dijelaskan dari hal yang penting.


3. Deskripsi manfaat

Bagian ini menjelaskan manfaat atau dampak dari objek yang dilaporkan. Mungkin bagian ini memaparkan sejumlah konsekuensi.

“Untuk menghindari serangan kuman-kuman berbahaya, biasanya kita diberikan oleh dokter suntikan imunisasi. Suntikan ini memberikan antibodi kekebalan pada tubuhmu.”

Paragraf tersebut menjelaskan penanggulangan kuman dengan cara menyuntik imunisasi.


Susunan teks laporan hasil observasi yang baik tentunya harus sesuai dengan ketiga struktur tersebut. Oleh karena itu, struktur dalam sebuah teks sangatlah penting. Namun tidak hanya strukturnya saja, kaidah kebahasaan juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Yuk, pahami kaidah dari teks laporan hasil observasi berikut.

1. Menggunakan kata yang menggambarkan sekelompok benda, orang, peristiwa alam, atau kehidupan sosial yang bersifat umum. 

2. Menggunakan kata-kata kerja tindakan peristiwa alam, sosial, atau perilaku manusia, dan binatang. Contoh: menerpa, menghantam, memuntahkan, mencakar, mengejar, meronta.

3. Menggunakan kata kopula, seperti merupakan, ialah, adalah, yaitu.

4. Menggunakan kata-kata deskriptif yang bersifat faktual, bukan hasil  imajinasi. Misalnya, dahsyat, cepat, raksasa, biru, galak, semampai.

5. Menggunakan kata-kata yang bermakna sebernarnya atau denotatif. 


Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, terutama untukmu yang baru mengenal teks laporan hasil observasi! Literasi memesat! Salam!


Sumber: 

Kosasih, E. (2016). Jenis-jenis teks: Analisis fungsi, struktur, kaidah, serta langkah penulisannya. Bandung: Yrama Widya.  

Nawawi, Hadari dan Martini Hadari. (1995) Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Artikel yang berkaitan
Komentar