Teks Cerita Fantasi

ditulis oleh: Teti Julianti

Apakah sahabat sudah menonton film Aladin, The Lion King, ataupun Toy Story?  

Jika sudah, selamat! Sahabat telah menonton hasil dari sebuah cerita teks fantasi dalam bentuk film.

Tahukah sahabat apa itu teks cerita fantasi?  

Cerita fantasi merupakan sebuah karya tulis yang dibangun mengunakan alur cerita yang normal, tetapi memiliki sifat imajinatif dan khayalan semata.  

Dalam kurikulum 2013, teks cerita fantasi termasuk ke dalam jenis teks narasi. Narasi (KBBI V) merupakan cerita atau deskripsi suatu kejadian/peristiwa. Oleh karena itu, teks cerita fantasi termasuk ke dalam teks narasi karena isinya menceritakan kejadian.  

Lalu, apa bedanya dengan teks deskripsi? Keduanya memang sama-sama menceritakan suatu hal. Namun, isi teks deskripsi bersifat fakta meskipun penulisannya sesuai subjektif penulis, sedangkan teks cerita fantasi dapat berisi fakta ataupun khayalan penulis.

Jenis-jenis teks cerita fantasi

A. Berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata

1) Fantasi total: semua yang terdapat dalam cerita, tidak semua terjadi dalam dunia nyata.

2) Fantasi irisan: cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi, tetapi masih menggunakan nama tokoh, tempat, dan peristiwa dalam kehidupan nyata.  

B. Berdasarkan latar cerita 

1) Latar sezaman: latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lalu, dan fantasi masa depan). 

2) Latar lintas waktu: cerita yang menggunakan dua latar waktu yang berbeda (latar masa lalu dengan masa kini, latar masa kini dengan masa depan). 


Struktur teks cerita fantasi

1. Orientasi: mengenalkan latar, tokoh, watak tokoh, dan konflik awal

2. Kompikasi: timbulnya masalah hingga masalah memuncak, berisi hubungan sebab akibat.  

3. Resolusi: penyelesaian masalah.


Ciri kebahasaan teks cerita fantasi 

1. Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan. (Aku, Simba, Jasmine, Erza, dan Anna) 

2. Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk deskripsi latar. 

(Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu.) 

3. Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus. 

( Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mendengus sekeliling)  

4. Menggunakan kata sambung penanda urutan waktu. (Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di planet Mars dan bertemu dengan Farto) 

5. Menggunakan kata/ ungkapan keterkejutan. (Tiba - tiba, raksasa datang menyerang desa sayur)

6. Menggunakan dialog/ kalimat langsung dalam cerita. 

( " Raksasa itu mengejar kita! " teriak adipati kentang sambil lari terbirit-birit. )


Selamat belajar bahasa perajut persatuan!  

Sumber: Buku siswa. Kemendikbud, 2017

Artikel yang berkaitan
Komentar