Selamat ... (Apa, ya?)

ditulis oleh: Teti Julianti

*Pukul 10.30
Guru: "Selamat siang anak-anak!"
Murid: "Masih pagi, Buuu!"
Guru: "Pukul 10.30 termasuk pagi atau siang?"
Murid: "Emmm, tidak tahu, Bu."

Siapa yang pernah mengalami kejadian seperti di atas?  Ya, pengucapan selamat untuk menunjukan waktu dalam bahasa Indonesia sering menjadi hal yang membingungan di berbagai kalangan. Batasan-batasan yang menunjukan suatu waktu belum jelas keberadaannya. Jika mengikuti KBBI pun tidak semua waktu dicantumkan secara pasti penanda waktunya. Misalnya, penanda waktu pagi dalam KBBI hanya dicantumkan bahwa pagi yaitu bagian dari awal hari. Sementara, waktu siang dalam KBBI dicantumkan batasan waktunya, yaitu memiliki arti waktu antara pagi dan petang (kira-kira pukul 11.00-14.00). Kemudian, pukul 10.30 itu termasuk selamat pagi atau selamat siang? Silakan perhatikan gambar di atas.  

Contoh kasus lainnya, yaitu seorang penyiar berita di televisi ketika waktu sore sering mengucapkan selamat petang bukan selamat sore. Mengutip salah satu judul acara berita "Liputan 6 Petang", kita jadi bertanya-tanya, apa bedanya petang dan sore. Dalam KBBI, petang memiliki arti waktu sesudah tengah hari (kira-kira dari pukul tiga sampai matahari terbenam); sore,  sedangkan sore memiliki arti petang. Kemudian, apa perbedaan kedua kata ini? Mengapa penyiar berita lebih sering menggunakan kata petang daripada kata sore?  
Jika dilihat dari gambar, pengucapan kata selamat petang digunakan ketika dalam acara/kegiatan formal. Hal ini dapat menjadi alasan, mengapa dalam situasi formal contohnya pembacaan berita, ucapan yang sering digunakan itu ucapan selamat petang bukan selamat sore.

Nah, semoga kita tidak keliru lagi, ya, dalam mengucapkan selamat lima waktu.

Artikel yang berkaitan
Komentar