Sanskerta: Bukti Nyata Perkembangan Bahasa Indonesia

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

Sebagaimana kamu, bahasa tidak bisa hidup dan berkembang sendirian. Bahasa Indonesia tetap berkembang berkat peran dari bahasa lain. Saling mendukung dan saling melengkapi. Kalo kamu begitu juga, gak, dengan dia? :D

Dari sekian banyak bahasa yang telah berperan terhadap perkembangan bahasa Indonesia, bahasa Sanskerta mempunyai peran yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan bahasa Indonesia. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa-bahasa di nusantara disebabkan oleh perdagangan dan penyebaran agama Hindu dan Budha kurang lebih pada abad ke-7 Masehi.

Bahasa Sanskerta adalah salah satu rumpun dalam keluarga bahasa Proto Indo Eropa yang banyak melahirkan bahasa-bahasa di Eropa. Sejalan dengan perdagangan dan penyebaran agama Hindu dan Budha di Asia Tenggara, termasuk nusantara, bahasa Sanskerta yang digunakan untuk menulis Weda menjadi lebih dominan berpengaruh terhadap bahasa Jawa, Bali, dan Melayu Kuno.

Sanskerta dinilai memiliki rasa kesusastraan yang tinggi sehingga banyak sekali kosakata dan diksi yang digunakan, seperti untuk karya puisi. Kata senja—yang selalu identik dengan puisi, imaji, dan kopi—juga diambil dari bahasa Sanskerta.

Bahasa Sanskerta mempunyai pengaruh yang kuat untuk dijadikan sumber utama bagi pembentukan istilah baru karena sifat kesastraannya yang memungkinkan kosakata ini menjadi istilah, sebagaimana penggunaan bahasa Latin untuk bahasa ilmu pengetahuan. Seperti pangkat jenderal di Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), menggunakan kata "Laksamana" (dari tokoh Ramayana yang merupakan adik dari Rama). "Penghargaan Adipura" yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota-kota di seluruh Indonesia dari pemerintah pusat untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan juga menggunakan bahasa Sanskerta yaitu dari kata Adi (yang berarti "panutan") dan Pura (yang berarti "kota), menjadikan arti: "Kota Panutan" atau "kota yang layak menjadi contoh".

Lebih jauh, bahasa Sanskerta pun banyak menyumbangkan kosakata keagamaan dan unsur spritualitas. Menariknya, barangkali sebagian besar dari kita tidak menyangka bahwa kata-kata tersebut diserap dari bahasa Sanskerta. Kata puasa, neraka, dosa, sabda, dan pahala adalah beberapa kata yang kita adopsi dari bahasa Sanskerta. Bukan dari bahasa Arab.

Dalam perkembangan bahasa Indonesia, serapan sebagai unsur pemerkaya kosakata telah dilakukan, salah satunya dari bahasa Sanskerta. Penyerapan istilah asing digunakan untuk mengembangkan kosakata bahasa Indonesia dengan pertimbangan (1) istilah serapan yang dipilih lebih cocok konotasinya, (2) istilah serapan yang dipilih lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dan (3) istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonim.

Contohnya perkembangan kata "saya" yang bermula dari kata "sahaya". Tentunya berasal dari bahasa Sanskerta juga. Meskipun kata "saya" sudah padu digunakan di khalayak, kata "sahaya" tetap dipertahankan sebagai bentuk arkais atau ragam klasik yang bermakna ‘abdi’, ‘budak’, dan ‘hamba’.

Sudah ratusan kata yang dihasilkan berkat peran bahasa Sanskerta. Mungkin benar, jika bahasa Sanskerta adalah bahasa asing yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan kosakata Indonesia. Setuju, Sobatku?

Artikel yang berkaitan
Komentar