Pidato Persuasif; Tulisan Bernada Ajakan

ditulis oleh: Herawati

Kata pidato tentunya sudah tidak asing didengar ataupun dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Saat upacara, kita melihat kepala sekolah berbicara di depan siswanya, di televisi kita melihat presiden menyampaikan hal penting pada rakyatnya. Namun, sadarkah kamu kalau pidato itu merupakan suatu kata benda dan bukan kata kerja? Pada pelaksanaannya, pidato lebih banyak merujuk pada kata kerja atau suatu kegiatan.

Sebenarnya, jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, pidato adalah salah satu kata benda atau nomina. Pidato sendiri merupakan pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; atau wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak. Dari pengertian tersebut tentunya pidato itu berupa teks. Namun, jika diberi imbuhan morfem {ber-} di awal, maka akan menjadi {berpidato}. Jenis kata dan maknanya tentu berbeda, yaitu jenis verba atau kata kerja yang memiliki makna 'mengucapkan pidato'.

Dengan demikian, yang dilakukan kepala sekolah atau pun presiden tadi adalah berpidato. Sebelum lebih jauh membahas tentang bagaimana caranya berpidato yang baik, tentunya kita harus mengenal terlebih dahulu bentuk tulisan pidato yang baik karena tujuan dari pidato adalah menyampaikan pikiran atau wacana pada orang banyak. Tentu akan lebih baik jika isi dari pidato tersebut berisi tentang ajakan dalam melakukan sesuatu yang baik. Maka dari itu, pada kesempatan ini, mari kita bahas beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat seseorang hendak menulis pidato bernada ajakan atau pidato persuasif.

1. Pengenalan isu

Langkah awal dalam menulis pidato tentunya kita harus mengetahui isu apa yang hendak dibicarakan. Topik atau isu ini nantinya akan berkaitan dengan pendengar atau orang yang akan diajak dan diberi informasi. Dalam pengenalan isu, biasanya berupa pengantar atau penyampaian masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraan. Biasanya, penyampaian isu ini dilakukan di awal pidato, bisa berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan untuk khalayak. Tujuannya, yakni membangun konsep dari isu yang akan dibahas ke depannya. 

2. Rangkaian argumen

Argumen atau pendapat tentunya menjadi bagian yang cukup penting pada sebuah pidato. Namun, tidak hanya argumen penulis/pembicara yang disampaikan, tetapi kita juga bisa menambahkan sejumlah fakta untuk memperkuat agrumen-argumen tersebut. Dengan begitu, isi argumen seseorang akan lebih dipercaya dan lebih mudah untuk diterima. Dalam pelaksanaanya kita bisa menggunakan kata-kata rujukan seperti berdasarkan data ..., dan merujuk pada pendapat ahli ....

3. Penyampaian ajakan

Inti dari menulis sebuah teks persuasif atau ajakan terletak pada bagian ini. Bagian penyampaian ajakan di dalamnya berisi tentang dorongan kepada pembaca/pendengar untuk melakukan suatu hal. Kalimat ajakan ditandai dengan kata-kata harus, hendaknya, sebaiknya, usahakanlah, jangan, hindarilah, dan sejenis kata-kata lainnya.

Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan tentunya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, salah satunya dalam bentuk pidato. Kita tidak pernah tahu akan jadi apa kita di masa depan, akankah menjadi orang yang sering berbicara di depan umum? Ataukah akan menjadi orang di balik layar yang betugas membuat teks penting? Apapun itu, yang paling penting adalah menjadi orang baik yang selalu menyebarkan kebaikan melalui ajakan. Semoga bermanfaat!


Sumber : 

Kemdikbud. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. 

Kosasih, E & Endang K. 2018.  Jenis-Jenis Teks Fungsi, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan . Bandung: Yrama Widya.

Artikel yang berkaitan
Komentar