Pernah Mendengar Teks Eksplanasi? Begini Penjelasannya.

ditulis oleh: Teti Julianti

Kamu pernah mendengar teks eksplanasi? Belum sama sekali atau pernah mendengar selintas? Teks eksplanasi sering dijumpai di pelajaran sekolah.

Sebelum menyimak pembahasan tentang teks ekplanasi, simak contoh teks pada tautan ini.

https://mediaformasi.com/2019/06/bukan-pembatasan-medsos-ini-alasan-susah-sinyal-di-gedung-mk/

Jenis teks dalam bahasa Indonesia sangat beragam dan sering kali muncul dalam soal ujian, terutama Ujian Nasional. Salah satunya teks eksplanasi. Apa itu? Teks eksplanasi merupakan teks yang tergolong baru di telinga kita. Namun, secara isi dan topiknya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Teks eksplanasi menurut Kosasih (2016: 178) merupakan teks yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu secara lengkap, misalnya menjelaskan asal-usul baik itu prosesnya maupun perkembangan dari suatu fenomena.

Menurut Saleh (2016: 95) eksplanasi merupakan sebuah tulisan yang menceritakan suatu peristiwa yang tersusun secara teratur.

Kemendikbud (2017) memaparkan bahwa teks eksplanasi merupakan sebuah penjelasan atau paparan. Namun, jika dikaitkan dengan genre teks, eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan suatu proses atau perkembangan terhadap suatu fenomena yang dapat berupa peristiwa sosial, alam, dan budaya.  

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang bertujuan untuk memaparkan atau menjelaskan suatu proses, kejadian, atau peristiwa yang didukung oleh fakta-fakta untuk menjelaskan sebab dan akibat dari suatu peristiwa.


Masih bingung? Bagaimana membedakan teks eksplanasi dengan teks yang lain? Coba simak penjelasan mengenai struktur teks eksplanasi berikut ini.

Menurut Kosasih (2018: 180) struktur teks eksplanasi dibentuk oleh tiga bagian, yakni sebagai berikut.  

1. Identifikasi fenomena. Hal ini merupakan bagian yang mengidentifikasi sesuatu yang harus diterangkan. Dalam bagian ini juga dapat tertulis atau terkandung latar belakang kejadian suatu peristiwa. Contohnya pada penggalan kalimat dari tautan berita yang dicantumkan sebelumnya.

"Sepertinya banyak masyarakat yang mengeluh susah akses internet di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK)! ... Jelang pembacaan putusan tersebut, Kominfo menyatakan belum akan melakukan pembatasan terhadap fitur media sosial. Hal tersebut diutarakan Plt Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu".

Dari paragraf tersebut, fenomena yang dijelaskan adalah penyebab susah akses internet bukan karena pembatasan akses fitur media sosial.

2. Proses kejadian. Di dalam bagian ini, terdapat penggambaran rangkaian kejadian yang berisi kronologis dan penyebab dari kejadian. Biasanya dalam bagian ini terdapat pertanyaan yang berpola "bagaimana" dan "mengapa". Contohnya pada penggalan kalimat dari tautan berita yang dicantumkan sebelumnya.

"Menurut pria yang akrab disapa Nando ini, Kemkominfo sampai saat ini tidak melakukan fitur medsos karena suasana masih cenderung kondusif ... Penumpukan massa di satu titik secara bersamaan akan memunculkan gangguan sinyal telekomunikasi. Hal ini pula yang potensial terjadi di sekitar gedung Mahkamah Konstitusional. Secara sederhana, kondisi seperti ini memang menyebabkan jaringan telekomunikasi penuh karena banyaknya pengguna ponsel yang ada di tempat tersebut. Pemicu penurunan kualitas atau bahkan menghilangnya sinyal di ponsel itu turut berkaitan pula dengan Base Transceiver Station (BTS)".

Paragraf ini menjelaskan proses akses internet mengalami gangguan dan penjelasan gangguan internet di sekitar gedung MK.

3. Ulasan. Di dalam bagian ini, tercantum komentar atau penilaian tentang akibat dari kejadian yang telah dipaparkan sebelumnya. Contohnya pada penggalan kalimat dari tautan berita yang dicantumkan sebelumnya.

"Supaya kalian bisa mengakses internet dengan mudah, kalian hanya perlu untuk berpindah tempat ke area yang tidak terlalu ramai. Dengan demikian, perangkat akan lebih optimal mendeteksi sinyal dari BTS yang ada di sekitar lokasi, meski hal itu tidak menjamin kestabilan sinyal".

Paragraf ini menjelaskan ulasan berupa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kesulitan daam mengakses internet.

Teks eksplanasi harus mencakup semua struktur ini karena di dalam teks eksplanasi mau tidak mau kita harus memberikan penjelasan berdasarkan dengan fakta-fakta yang ada. Dalam penulisannya juga harus ada kesinambungan antara struktur yang satu dengan struktur yang lain. Oleh karena itu, struktur ini sangat penting dalam sebuah teks.


Apakah masih bingung? Untuk menjelaskan lebih rinci, ada beberapa kaidah yang harus kita pahami.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013: 119) menyebutkan beberapa kaidah kebahasaan yang biasanya terdapat dalam sebuah teks eksplanasi.  

1. Penggunaan konjungsi

Sebuah teks eksplanasi biasanya terdapat sebuah penjelasan suatu kejadian dengan menggunakan konjungsi seperti dan, tetapi, sehingga, karena, selain, dll.

2. Penggunaan adverbia

Kalimat dalam teks eksplanasi dapat berupa kalimat definisi dan kalimat penjelas. Kalimat definisi ditandai dengan kata kerja penghubung, seperti, adalah, ialah, merupakan, dll.  

3. Penggunaan kata kerja langsung

Teks eksplanasi biasanya terdapat kata kerja yang digunakan berupa kata kerja langsung atau aksi,  seperti menyebabkan, membuat, dan menimbulkan. 

4. Penggunaan kalimat yang menyatakan sebab-akibat

Teks eksplanasi biasanya ditandai dengan penggunaan kalimat yang menyatakan prinsip sebab-akibat. Pernyataan ini dapat berupa pernyataan tersirat maupun tersurat.


Berikut contoh-contoh judul teks eksplanasi: 

1. Kecelakaan Penerbangan 

2. Longsor 

3. Pelangi 

4. Gempa bumi 

5. Pemanasan global, dan masih banyak yang lainnya.  


Bagaimana? Mudah-mudahan bermanfaat, ya!

Salam literasi memesat!


Sumber: 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Buku guru bahasa Indonesia SMA Kelas XI. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  

Kosasih, E. (2016). Jenis-jenis teks: Analisis fungsi, struktur, kaidah, serta langkah penulisannya. Bandung: Yrama Widya.  

Saleh, M. (2016). Peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi kompleks melalui model STAD pada siswa SMA. Jurnal riset konseptual 1 (1), 95-101.

Artikel yang berkaitan
Komentar