Periodisasi Sastra

ditulis oleh: Teti Julianti

Apa itu periodisasi sastra? Sebelum menjawabnya, mari kita baca teks di bawah ini. 

Kalau ada sumur di ladang 
Bolehkah kita menumpang mandi 
Kalau ada umurku panjang 
Bolehkah kita bertemu lagi

Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan teks tersebut, bukan? Ya, teks di atas merupakan sebuah pantun. Sejak kapan pantun itu ada? Lalu, apa hubungannya dengan judul artikel ini? Oke, mari kita bahas bersama. 

Periodisasi sastra merupakan sebuah nama untuk pembagian perkembangan kesusastraan yang pengelompokannya berdasarkan pada periode waktu tertentu. Periodisasi sastra membahas perkembangan sastra dari masa ke masa. Di Indonesia, periodisasi sastra secara umum dibagi menjadi tiga periode, yaitu: 

1. Kesusastraan lama 

Pada periode ini, sastra masih bersifat lisan atau disampaikan dari mulut ke mulut. Pengarang tidak diketahui pasti isi karangan mengandung pengaruh agama baik Hindu maupun Arab. 

Dari periode inilah, dongeng, pantun, syair, dan mantra mulai muncul. Contoh karya yang hadir pada periode ini yaitu Hikayat 1001 Malam dan Dongeng Abu Nawas. Jadi, pantun merupakan salah satu cikal bakal lahirnya sastra di Indonesia. 

Pada periode ini, kesusastraan dibagi kembali menjadi beberapa periode, dari mulai kesusastraan melayu kuno, kesusastraan masa purba, kesusastraan masa pengaruh hindu, dan kesusastraan masa pengaruh islam. 

2. Kesusastraan peralihan

Kesusastraan masa peralihan merupakan sebuah masa beralihnya kesusastraan dari sastra lama ke sastra baru. Pada periode ini terdapat pengaruh dari luar, contohnya pengaruh negara barat.

Sastrawan yang terkenal pada periode ini salah satunya, yaitu Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi.

3. Kesusastraan baru

Kesusastraan Indonesia baru dimulai saat munculnya Taman Bacaan Rakyat yang kemudian kita sebut dengan Balai Pustaka. Namun, seiring berjalannya waktu, sastra Indonesia menjadi lebih berkembang sehingga muncul periode-periode baru. Periode-periode tersebut antara lain: 

a. Angkatan Balai Pustaka 

b. Angkatan Pujangga Baru 

c. Angkatan ‘45

d. Angkatan ‘66

e. Angkatan 1980–1990-an 

f. Angkatan Reformasi 

g. Angkatan 2000-an  

Sekian dulu untuk pembahasannya, di pembahasan selanjutnya kita akan membahas periode kesusastraan baru. Sebagai bocoran, nih, selanjutnya kita juga akan mengenalkan sastrawan-sastrawan yang karyanya selalu muncul di buku pelajaran SD, SMP, dan SMA. Penasaran, kan? Duduk manis dan pantau terus informasinya di akubahasa.id, ya.

Artikel yang berkaitan
Komentar