Penyusunan Definisi

ditulis oleh: Lia Sylvia Dewi

Pernahkah kalian menemukan pengertian dari sesuatu? Ya, biasanya kita menyebut hal tersebut dengan 'definisi'. Menurut KBBI, definisi ialah kata, frasa, atau kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas ; batasan (tartil). Dalam hal ini, definisi dapat diartikan sebagai suatu pembatasan arti yang diungkapkan oleh kata, frasa, atau kalimat dalam memaknai suatu kata, konsep, atau istilah. Oleh sebab itu, penulisan definisi sangat penting digunakan, khususnya dalam penulisan karya ilmiah, untuk menentukan batas pengertian tertentu agar jelas, tepat, dan efektif.

Definisi memiliki ciri-ciri khusus, sehingga tidak semua 'arti kata' dapat digolongkan sebagai definisi. Dikatakan definisi ialah jika terdapat definiendum (bagian yang didefinisikan) dan defeniens (bagian yang mendefinisikan, umumnya yang dimulai dengan selain kata benda diawali dengan ‘yaitu’, yang memberi pengertian rupa atau wujud diawali dengan ‘merupakan’, dan yang menjelaskan sinonim diawali dengan ‘ialah’). Selain itu, definisi merupakan uraian singkat yang berfungsi membatasi fakta dan konsep dari suatu hal yang didefinisikan.

Penulisan definisi diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, loh, yuk kita simak!

Berdasarkan Sumber

a. Umum

1. Definisi Nominal

Definisi nominal merupakan pengertian singkat untuk menjelaskan sesuatu. Definisi ini terbagi dalam tiga jenis. Pertama, sinonim atau setara. Kedua, terjemahan dari bahasa lain. Ketiga, asal usul kata atau etimologi.

2. Definisi Formal

Definisi formal atau definisi terminologis merupakan definisi yang didasarkan pada logika formal. Terdapat tiga unsur dalam struktur definisi ini, yaitu kelas, genus, dan pembeda. Prosesnya diawali dengan klarifikasi diikuti oleh definiendum, lalu menyebutkan genus (jenis), dan diakhiri dengan menyebutkan kata-kata atau deskripsi pembeda secara lengkap dan menyeluruh. Definisi formal memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi, diantaranya : 1) definiendum dan definiens bersifat konterminus (mempunyai makna yang sama) dan dapat ditukar tempatnya. 2) definiens tidak berupa sinonim, padanan, terjemahan, etimologi, bentuk popular, atau pengulangan definiendum. 3) definiens bukan kiasan atau perumpamaan. 4) definiens menggunakan makna pararel dengan definiendium, tidak menggunakan kata ‘dimana’ dan sebagainya, serta menggunakan bentuk positif (tidak ada kata yang bermakna negatif)

b. Personal

1. Operasional

Definisi operasional adalah batasan pengertian yang disusun secara subjektif dengan berdasar keinginan untuk melakukan sesuatu. Oleh sebab itu, definisi ini dijadikan pedoman dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan tertentu, sehingga definisi ini dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, sebab setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, seorang dokter mendefinisikan mulut sebagai alat ucap sedangkan koki mendefinisikan mulut sebagai alat masuknya makanan ke dalam tubuh.

2. Luas

Definisi luas adalah batasan pengertian yang hanya berisi suatu gagasan dan terdiri dari sekurang-kurangnya satu paragraf. Sesuai namanya, definisi ini membahas tentang suatu gagasan secara umum dan meluas guna memperdalam topik tersebut.

c. Berdasarkan Unsur Pembentuk

Satu kata : terdiri dari satu kata, biasanya berupa sinonim atau antonim Satu frasa : terdiri dari dua kata atau lebih yang memiliki fungsi yang sama Satu kalimat : terdiri dari satu kalimat Satu paragraf : terdiri dari satu paragraf

d. Berdasarkan Isi

1. Sinonim atau antonim

Definisi ini mengacu pada penjelasan suatu hal melalui pengungkapan sinonim atau antonimnya. Sinonim berupa kata yang bermakna sama sedangkan antonim berupa kata yang memiliki makna berlawanan.

2. Negasi (penyangkalan)

Definisi ini berisi sebuah penyangkalan untuk menjelaskan suatu hal, dapat pula diartikan sebagai definisi yang membandingkan satu topik dengan gagasan yang lain. Definisi negasi dapat terdiri dari satu kalimat atau paragraf. Misalnya, "Mahasiswa bukan sekadar pelajar di perguruan tinggi, melainkan generasi muda yang diharapkan mampu berkontribusi pada kemajuan negara."

3. Contoh

Definisi dengan menggunakan contoh merupakan cara untuk memperjelas suatu hal dengan memaparkan contoh terkait konsep tersebut. Misalnya, "Alat tulis merupakan seperangkat keperluan yang digunakan untuk menulis, seperti pulpen, pensil, penghapus, dan penggaris."

4. Kontras atau perbandingan

Definisi yang melakukan perbandingan atau mengandalkan perbedaan dari dua hal yang memilki acuan sama terhadap topik yang diangkat. Misalnya, "Kesuksesan diibaratkan seperti bunga yang mekar. Selayaknya bunga yang perlu dipupuk, kesuksesan juga selalu diawali dengan kegagalan yang pahit."

5. Klasifikasi atau diferensiasi

Definisi yang dilakukan dengan memberikan klasifikasi terhadap defediendium. Misalnya, "Ada tiga jenis karya sastra yang wajib diketahui, yaitu prosa, puisi, dan drama."

Nah, sekarang kita sudah mengetahui jenis-jenis definisi. Jangan lupa untuk diterapkan ketika menulis, ya, agar tulisan kita menjadi lebih baik dan lebih jelas!

Artikel yang berkaitan
Komentar