Nasib Emotikon dalam Bahasa Indonesia

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

Era digital telah mengubah cara kita menjalin interaksi dengan sesama manusia. Emotikon sangat berguna dan memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan di era digital. Emotikon melengkapi bahasa tertulis sebagaimana gerak isyarat melengkapi bahasa terucap. Emotikon berasal dari kata-kata bahasa Inggris, yakni emotion dan icon.

Berbicara bahasa, apakah emotikon bisa disebut kata?

Emotikon adalah bentuk lain yang tidak terucap dan tidak tertulis, tetapi terlihat (bahasa isyarat). Emotikon sebagai sistem tanda mengandung isyarat. Namun sistem tanda dalam bahasa tidak sama dengan bahasa isyarat. Dengan demikian, emotikon belum bisa dikatakan sebagai bahasa. Terlepas dari hal itu, emotikon sudah memenuhi fungsi komunikasi, yakni menyampaikan maksud dan gagasan serta memengaruhi sikap dan perilaku lawan bicara. Apakah suatu saat nanti emotikon bisa menjadi bahasa? Kita lihat nanti, ya.

Lalu, bagaimana dalam KBBI? Apakah ada aturan untuk emotikon?

Jika mengutip cuitan Ivan Lanin di Twitter, maka emotikon sebetulnya bukanlah bagian dari penulisan formal, sehingga penulisan tanda baca yang terkait dengannya merupakan pilihan gaya pribadi. Tidak ada aturan baku untuk itu.

"Emotikon bukanlah bagian dari penulisan formal. Tiada aturan baku untuk itu."

Sebenarnya penggunaan emotikon tergantung pada pilihan dan persepsi pribadi terhadap emotikon. Emotikon bisa digunakan untuk keterangan perasaan atau sebagai pengakhir kalimat. Misalnya:

Syukur kamu baik-baik saja. :) à sebagai keterangan perasaan

Senang bertemu denganmu :) à sebagai pengakhir kalimat

Dengan kondisi saat ini, emotikon sudah layak disamakan dengan pijin (dalam KBBI berarti alat komunikasi sosial dalam kontak yang singkat, misalnya dalam perdagangan antara orang-orang yang berlainan bahasanya dan tidak merupakan bahasa ibu para pemakainya). Namun, untuk saat ini emotikon digunakan secara manasuka. Bisa saja beberapa tahun kemudian emotikon menjadi bahasa.

Bagaimana menurutmu? Yuk, berkomentar!

Artikel yang berkaitan
Komentar