"Merubah" yang Menjadi Biasa

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

Frekuensi munculnya kekeliruan dalam berbahasa yang boleh dikata cukup tinggi, salah satunya kata "merubah". Karena dipakai oleh kebanyakan penutur bahasa Indonesia, "merubah" tidak lagi dianggap salah. Maksud kata "merubah" dianggap benar jika bermaksud menyatakan "menjadi rubah (fox)", seperti "membatu" yang artinya "menjadi batu". Sudah jelas keliru jika kata "merubah" dipakai dengan maksud membuat jadi berubah. Seharusnya kata "mengubah" yang tepat digunakan untuk maksud tersebut.

Kata "mengubah" berasal dari kata dasar "ubah" yang mendapat awalan /meN-/. Bahasa Indonesia tidak mengenal imbuhan /mer-/. Seperti contoh ini jika diuraikan dengan imbuhan yang lain.

- meN- + ubah = mengubah (imbuhan meN- menjadi meng-, jika kata dasar berfonem awal vokal, /k/, /h/, /g/, dan /kh/),

- di- + ubah = diubah,

- peN- + ubah = pengubah (sama seperti imbuhan meN-),

- ber- + ubah = berubah,

- per- + ubah + -an = perubahan

Fenomena ini menjadi tanda anomali bahasa Indonesia. Jika memang menyimpang dari kaidah, ini sudah menjadi kebiasaan. Apakah mungkin bila penggunaan yang salah menjadi semakin luas dan lama-kelamaan mengubah status yang keliru menjadi benar atau malah menjadi bentuk baku? Kita harus secara saksama menghindari kenaifan terhadap bahasa Indonesia.

Kebiasaan yang keliru seperti bentuk "merubah" seharusnya menjadi rangsangan untuk menggunakan dan meninjau kembali kaidah yang sudah ada. Memang tidak mudah mengganti "merubah" menjadi "mengubah", tetapi jika kebiasaan yang salah saja bisa meluas, apa salahnya jika kita mengganti menjadi kebiasaan yang benar.

Jika ingin menjadi rubah, gunakan "merubah". Jika ingin berubah, gunakan "mengubah". Mudah, kok.

Artikel yang berkaitan
Komentar