Mengenali Morfem dan Fonem

ditulis oleh: Yulia Yulian

Halo, kawan warganet. Terima kasih sudah memilih artikel kami untuk mencari jawaban atas pertanyaan kalian tentang apa itu morfem dan fonem. Untuk mulai menjelaskannya, mari kita perhatikan dulu contoh-contoh berikut!

kerajaan

morfem -> {ke-an} dan {raja}

fonem  -> /k, e, r, a, j, a, a, n/

belajar

morfem -> {ber-} dan {ajar}

fonem   -> /b, e, l, a, j, a, r/

penjua

morfem -> {peN-} dan {jual}

fonem   -> /p, e, n, j, u, a, l/

Dari ketiga contoh tersebut, kita bisa tarik kesimpulan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang sudah mempunyai makna. Mengapa disebut satuan terkecil? Karena morfem sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, jika dibagi-bagi, dia sudah tidak bermakna lagi. Misalnya, morfem {ajar} dibagi lagi menjadi huruf a, j, a, r. Apakah huruf-huruf tersebut mempunyai makna? Tidak :) Morfem {ajar} adalah bentuk final yang mempunyai makna, yakni petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Intinya, morfem harus sudah memiliki makna.

Morfem {ke-an}, {ber-}, dan {peN-} adalah morfem terikat yang sudah memiliki makna, walaupun maknanya adalah makna gramatikal. Untuk mengetahui apa itu makna gramatikal, silakan lihat di sini. Kenapa disebut morfem terikat? Karena morfem {ke-an}, {ber-}, dan {peN-} tidak bisa digunakan secara bebas dalam suatu kalimat. Morfem tersebut harus digabung dulu dengan morfem lain sehingga dapat membentuk suatu kata. Contohnya, morfem {ke-an} digabung dengan morfem {raja} akan membentuk kata kerajaan. Sementara itu, morfem {raja} dan {jual} adalah morfem bebas yang bisa digunakan secara langsung dalam kalimat. Contohnya:

Dia adalah seorang raja.

Mobil itu dia jual.

Lalu, bagaimana dengan morfem {ajar}? Apakah termasuk ke dalam morfem bebas atau terikat?

Coba kalian gunakan dalam kalimat, apakah morfem {ajar} bisa berdiri sendiri? Kalau bisa, bagaimana contoh kalimatnya? Tulis di komentar, ya! :)

Bagaimana dengan fonem?

Jika kita lihat kembali contoh di atas, fonem itu terlihat seperti huruf-huruf, bukan? Apakah fonem dan huruf itu sama? Jawabannya, tidak.

Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti. Iya, fonem itu bentuknya bunyi. Dan untuk menggambarkan bunyi tersebut ke dalam tulisan, kita menggunakan huruf atau grafem. Dengan kata lain, huruf adalah lambang dari fonem. 

Mengapa fonem dapat membedakan arti?

Sebagai contoh, kata rata dan kata raja itu artinya berbeda karena fonem /t/ dan /j/. Fonem /r/ dan /l/ membedakan makna kata ajar dan ajal. Intinya, berbeda satu fonem saja akan berbeda arti pula. Dalam bahasa lain, beberapa fonem mungkin tidak akan mengubah makna kata walaupun fonem tersebut berbeda. Apakah kalian tahu contohnya?

Artikel yang berkaitan
Komentar