Mengenal Genre Sastra

ditulis oleh: Herawati

Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan sastra. Sastra menurut Wellek & Warren (2014, hlm: 3) adalah suatu kegiatan kreatif, sebuah karya seni. Lalu bagaimana kaitannya dengan bahasa? Apa saja yang dibahas oleh sastra sehingga bahasa dan sastra memiliki kaitan yang erat?

Masih menurut Wellek & Warren (2014, hlm. 10), salah satu batasan “sastra” adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak. Namun, tak jarang juga sastra ada yang berbentuk lisan. Begitu pula saat ini kita mengenal keduanya, baik sastra lisan maupun sastra tulisan. Kedua sastra ini tentunya menggunakan bahasa sebagai media dalam menyampaikannya. Setiap jenis sastra ini memiliki kebahasaan yang berbeda, sama halnya dengan teks dalam bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan klasifikasi genre sastra berdasarkan kategori situasi bahasa. Mari simak!

Berdasarkan kategori situasi bahasa, genre sastra terbagi atas 3 jenis, yaitu teks puisi, teks naratif atau prosa, dan teks drama.
a.    Teks Puisi
Puisi secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani yaitu poeima yang berarti ‘membuat’ atau poeisis ‘pembuatan’, dalam bahasa Inggris disebut poem dan poetry. Puisi adalah salah satu teks sastra yang situasi bahasanya monolog. Maksudnya adalah keseluruhan teks dibawakan oleh seorang penutur atau aku lirik.
Puisi terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.
1.    Puisi lama merupakan puisi yang terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah suku kata, jumlah baris tiap bait, maupun rima. Biasanya puisi lama bersifat anonim (tidak diketahui pengarangnya). Jenis puisi ini termasuk ke dalam sastra lisan. Yang termasuk puisi lama adalah pantun, gurindam, dan syair.
2.    Puisi baru adalah puisi yang lebih bebas dan tidak terlalu terikat pada aturan seperti puisi lama, jumlah baris, suku kata, maupun rima pada puisi ini cenderung bebas. Salah satu jenis puisi baru adalah soneta.
3.    Puisi kontemporer atau puisi yang secara umum diartikan puisi masa kini. Puisi kontemporer diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi ini tidak mengikuti aturan konvensional puisi pada umumnya, atau cenderung bebas. Tidak jarang puisi ini kurang memerhatikan kesantunan bahasa, penggunaan gaya bahasa, irama, rima dan lainnya cenderung tidak terlalu penting. Salah satu jenis puisi ini adalah puisi mantra.

b.    Teks naratif atau prosa
Istilah prosa secara etimologi berasal dari bahasa Latin oratio provorsa yang berarti ‘ucapan langsung bahasa percakapan’, sehingga prosa berarti bahasa bebas, bercerita, dan ucapan langsung. Kata prosa dalam bahasa Inggris yaitu prose, yang berarti ‘bahasa tertulis atau tulisan’. Teks naratif atau prosa ini memiliki situasi bahasa yang berlapis, yaitu ada situasi pergantian ketika antara pencerita dengan tokoh membawakan teks secara bergantian. Maksudnya penulis/pencerita terkadang membuat bagian pada cerita berbeda-beda, baik itu dilakukan secara monolog penulis atau bahkan penulis mencurahkannya melalui tokoh di dalam cerita.
Teks naratif atau prosa terbagi menjadi 2 jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
1.    Prosa lama merupakan karya sastra yang berbentuk cerita atau naratif, biasanya prosa lama berkaitan dengan cerita rakyat. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sastra ada yang termasuk sastra lisan, dan inilah salah satu bagian dari sastra lisan tersebut. prosa lama disampaikan dan disebarkan secara lisan dan bersifat anonim. Cerita rakyat terdiri atas mite, legenda, dongeng, dan hikayat.
2.    Prosa baru, prosa ini memiliki bentuk yang sama dengan prosa lama yaitu berbentuk cerita atau narasi. Perbedaannya dengan prosa lama adalah prosa ini tidak lagi bersifat anonim. Jenis prosa ini adalah cerita pendek dan novel.

c.    Teks Drama
Kata Drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang berarti ‘berbuat’, ‘berlaku’, atau ‘bertindak’. Jadi drama itu berarti perbuatan atau tindakan. Pada perkembangannya, kata drama mengacu pada bentuk karya sastra yang berusaha mengungkapkan perihal kehidupan manusia melalui gerak percakapan di atas panggung, atau suatu karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat dipentaskan. Ciri khas dari drama adalah memiliki situasi bahasa berbentuk dialog. Dialog inilah yang mendominasi dan menggerakkan seluruh untur-unsur di dalamnya. Lalu untuk beberapa jenis drama diantaranya drama tragedi, melodrama, drama heroik, drama komedi, dan lainnya.

Sumber Rujukan:
Luxemburg, Bal Mieke, Westeinjn. (1992). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: P.T. Gramedia.
Renne Wellek dan Austin Warren. (2014). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Teeuw. (2003). Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: Pustaka Jaya.

Artikel yang berkaitan
Komentar