Mengefektifkan Kalimat

ditulis oleh: Meilani Puji Astini

Hai, sobat Aku Bahasa! Bagaimana penggunaan kalimat sobat Aku Bahasa di kehidupan sehari-hari? Apakah menggunakan kalimat efektif? Yuk, simak pembahasan kalimat efektif berikut ini. 

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis (Arifin & Tasai, 2010: 97). Ternyata, kalimat efektif memiliki ciri khas sebagai berikut. 

1. Kesepadanan 

Kesepadanan adalah kesimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan ini memiliki ciri sebagai berikut. 

a. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat yang jelas. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, dan sebagainya di depan subjek. 

Contoh:
Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (salah)
Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (benar)

b. Tidak terdapat subjek yang ganda. 

Contoh: 
- Penyusunan laporan ini saya dibantu oleh para dosen. 
- Soal itu saya kurang jelas. 
Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki menjadi. 
- Dalam penyusunan laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
- Soal itu bagi saya kurang jelas. 

c. Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal. 

Contoh: 
- Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. 
Perbaikan kalimat tersebut dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi penghubung antarkalimat. 
- Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. 
atau 
- Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama. 

d. Predikat kalimat tidak didahului kata yang 

Contoh:
Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. 
Perbaikan kalimat ini sebagai berikut. 
- Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.


2. Keparalelan 

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.

Contoh: 
- Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. 
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. 
Perbaikan kalimat itu sebagai berikut. 
- Harga minyak dibekukan dan dinaikan secara luwes. 
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.


3. Ketegasan 

Ketegasan adalah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. 

Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. 
Penekanannya adalah presiden mengharapkan.


4. Kehematan 

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. 

a. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangan pengulangan subjek.

- Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. 
Perbaikan kalimat sebagai berikut. 
- Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.

b. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

Ia memakai baju warna merah. -> Ia memakai baju merah. 

c. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. 

Kata turun bersinonim dengan ke atas. 

Kata hanya bersinonim dengan saja. 

d. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. 

para tamu-tamu -> para tamu 
beberapa orang-orang -> beberapa orang
para hadirin -> hadirin


5. Kecermatan 

Kecermatan adalah kalimat ini tidak menimbulkan tafsiran ganda. Mari, perhatikan kalimat berikut!

- Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. 
Kalimat tersebut memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa atau perguruan tinggi.


6. Kepaduan 

Kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. 

a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele. 

b. Ada dua macam kalimat pasif, yaitu kalimat pasif biasa dan kalimat pasif persona. Kalimat pasif biasa terjadi apabila berpola SPO dialihkan dengan memosisikan objek menjadi subjek dan predikan yang berawalan meng- menjadi predikat yang berawalan di-. Kemudian, kalimat pasif persona terjadi apabila awalan di- pada predikat pasif biasa digantikan dengan kata ganti pelaku. 

Contoh: 
Saya mencari udang. (SPO aktif)
Udang itu dicari oleh saya. (pasif biasa)
Udang itu saya cari. (pasif persona)


Jika kalimat aktif itu terdapat modalitas, modalitas itu harus selalu berada di depan predikat. 

Contoh: 
Mereka telah mendatangi DPR. (aktif) 
DPR telah didatangi oleh mereka. (pasif biasa)
DPR telah mereka datangi. (pasif persona)

Nah, itulah pembahasan kalimat efektif, ya! Yuk, sobat Aku Bahasa gunakan kalimat yang efektif, ya mulai sekarang! 


Sumber: Arifin, E.Z. & S. Amran, T. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Artikel yang berkaitan
Komentar