Mengapa Banyak Orang Korea Selatan Belajar Bahasa Indonesia?

ditulis oleh: Yulia Yulian

Jika diperhatikan, akhir-akhir ini di Indonesia kita sering mendapati orang asing berkulit kuning dengan mata yang agak sipit. Akan tetapi bukan orang Tiongkok atau pun orang Jepang seperti yang biasanya orang Indonesia kira. Mereka adalah warga negara Korea Selatan. Tidak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun banyak sekali kita dapati orang Korsel yang muncul di beranda YouTube atau Instagram dengan tipikal judul "Reaksi Orang Korea ... ". Judul tersebut memang berbahasa Indonesia karena biasanya Youtuber Korea tersebut adalah mahasiswa Korea yang belajar bahasa Indonesia. Jadi, mengapa akhir-akhir ini orang Korea banyak yang belajar bahasa Indonesia?

Sebagai referensi, mari kita lihat alasan salah satu Youtuber Korea Han Jongdae yang memulai kanal Bandung Oppa dengan jumlah pelanggan saat ini sudah mencapai 305.000-an.

1. Bahasa Indonesia itu Mudah

Menurutnya, bahasa Indonesia tidak memiliki banyak tata bahasa (grammar) yang sulit seperti bahasa Inggris. Kanal Langfocus pernah membahas hal ini. Paul, pemilik kanal Langfocus, membeberkan alasan mengapa bahasa Indonesia itu mudah dipahami. Beberapa di antaranya karena:

1) sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia sederhana,

2) struktur dasar kalimat SPO yang sederhana,

3) tidak ada gramatikal gender,

4) bentul plural yang sederhana.

Selain itu, kita bisa mengubah makna kalimat tanpa mengubah bentuk katanya. Dalam bahasa Indonesia, kata "memasak" akan tetap sama walaupun sudah dilakukan, belum dilakukan, atau sedang dilakukan. 

2. Indonesia Mulai Terkenal

Pada tahun 2013-an, Jongdae menjelaskan bahwa nama "Indonesia" sama sekali asing di telinga orang Korsel. Mereka bahkan masih berpikiran kalau Indonesia itu adalah India. Padahal, hubungan diplomatik Indonesia-Korea sudah dilakukan sejak tahun 1973. Namun, setelah tahun 2013 sampai sekarang, orang Korea mulai mengenal Indonesia. Bahkan menjadikannya sebuah tren. Mengutip dari laman Kementerian Luar Negeri, tren selama 2013—2018 menunjukkan jumlah wisatawan Republik Korea selalu berada di atas 300.000 orang. Dalam lima tahun ke depan, wisatawan Republik Korea yang berkunjung ke Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut karena semakin banyaknya media Republik Korea yang menjadikan Indonesia sebagai tempat syuting berbagai acara varietas (variety show) dan liputan mengenai tempat wisata maupun budaya Indonesia di TV lokal Republik Korea.

3. Membantu Mendapatkan Pekerjaan

Han Jongdae kemudian memberikan alasan yang menurutnya paling realistis dan praktis. Menurutnya, belajar bahasa Indonesia membantunya mendapatkan kerja. Banyak siswa Korea yang kebingungan memilih jurusan di perguruan tinggi. Lantas memilih jurusan Bahasa Indonesia setelah direkomendasikan oleh banyak orang, terutama guru-guru. Hal ini karena banyak perusahaan Korea yang diinvestasikan di Indonesia membutuhkan tenaga kerja Korea yang bisa berbahasa Indonesia. 

Masih menurut Kementerian Luar Negeri, Korsel merupakan salah satu negara sumber investasi yang strategis bagi Indonesia. Hal tersebut turut didukung dengan statistik yang menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi Korea yang penting di luar negeri dengan nilai investasi sebesar USD 8,5 milyar. Dari data statistik, Indonesia menempati urutan ke-2 setelah Vietnam di antara 8 negara ASEAN (19.10%) dan ke-3 dari 91 negara tujuan investasi Korea di dunia (7.47%). Dalam hal ini, pada tahun 2017 Presiden Moon Jae-in menetapkan kebijakan New Southern Policy yang mengarah pada peningkatan hubungan Korsel dengan negara-negara ASEAN dan India. Dalam konteks implementasi kebijakan New Southern Policy, perkembangan penting yang dicatat adalah kunjungan pertama Presiden Moon ke luar negeri pada bulan November 2017 adalah ke Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo sepakat untuk meningkatkan status hubungan kedua negara menjadi “Special Strategic Partnership", bukan sebatas "Strategic Partnership" lagi.

Kebijakan tersebut tentunya membuat hubungan Indonesia-Korea semakin erat. Tidak hanya kerja sama di bidang ekonomi, Korea juga mempererat hubungannya di bidang politik, pariwisata, pendidikan, kesenian, ketenagakerjaan, serta militer dan pertahanan.


Jadi, orang-orang Korea belajar bahasa Indonesia bukan tanpa alasan. Bagaimana menurutmu? Apakah kalian sudah merasa bahasa Indonesia mulai semakin mendunia?

Artikel yang berkaitan
Komentar