Menelisik Sejarah Bulan Bahasa

ditulis oleh: Herawati

Akhir-akhir ini tentu saja kita sering mendengar penyebutan istilah “Bulan Bahasa”. Ya, lebih tepatnya pada bulan Oktober saat ini. Mengapa Oktober dikaitkan dengan istilah “Bulan Bahasa”? Mengapa tidak dengan bulan-bulan lainnya? Begini penjelasannya!

Peringatan bulan bahasa terjadi setiap bulan Oktober. Jika mengingat kembali sejarah, bulan Oktober adalah bulan terjadinya peristiwa sumpah pemuda, tepat pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda dibacakan. Berikut isi dari ikrar sumpah pemuda.

“KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA”

Sejak saat itulah setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia yang sekarang disebut Jakarta. Isi ikrar tersebut menegaskan “tanah air”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Penetapan Hari Sumpah Pemuda sebagai hari nasional ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Selain itu, Sumpah Pemuda juga berkaitan dengan bulan bahasa. Ikrar pada poin ketiga naskah Sumpah Pemuda itu merupakan awal mula bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan. Oleh karena itu, bulan bahasa dikaitkan dengan Sumpah Pemuda dan juga bulan Oktober.

Bulan bahasa diperingati setiap tahun dan memiliki tujuan untuk memelihara semangat serta meningkatkan peran masyarakat dalam hal bahasa dan sastra. Tujuan tersebut bukan hanya dilakukan oleh masyarakat tetapi juga oleh pemerintah. Upayanya saat ini, yaitu mengatur penggunaan bahasa Indonesia. Seperti yang diusahakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden Nomor 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Tentunya peraturan ini juga mendorong masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia, di samping menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

Maka dari itu, mari kita bersama merayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia sebagai salah satu wujud kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia! Kamu akan merayakannya dengan cara seperti apa?

Artikel yang berkaitan
Komentar