Membuat Surat Lamaran Pekerjaan (Bagian III)

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

Halo! Lanjut pembahasan tentang surat lamaran, yuk!

Bagi yang belum membaca artikel "Membuat Surat Lamaran Pekerjaan" bagian pertama dan kedua, bisa dikunjungi dulu tautan ini, ya!

Membuat Surat Lamaran Pekerjaan (Bagian I)
Membuat Surat Lamaran Pekerjaan (Bagian II)

Bagian kedua, telah membahas sebagian struktur surat lamaran pekerjaan, yakni tempat dan tanggal surat, hal surat, dan lampiran. Kesempatan kali ini, kita akan bahas alamat surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan tanda tangan dan nama jelas pengirim. Jadi, simak baik-baik, ya!

a. Alamat Surat

Alamat surat berfungsi sebagai penanda bagi penerima surat dan penunjuk bagi petugas pos dalam menyampaikan surat tersebut. Dalam hal ini, penulisan alamat surat harus jelas dan benar. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat.

a) Penulisan alamat tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.

b) Alamat surat yang ditujukan langsung kepada nama perusahaan atau alamat PO BOX, tidak perlu menggunakan sapaan "yang terhormat" atau "yth".

Contoh:

Kepada
PT Bahagia Selamanya
Jalan Sukamenak 90 Bandung
30190

Kepada
PO BOX 1187
Bandung 31009

c) Jika alamat yang ditujukan disertai dengan nama seseorang, gunakan sapaan "yth". Tujuan surat tidak perlu diawali kata "kepada". Penggunaan kata "kepada" tidak diperlukan lagi karena orang dan alamat yang dituju sudah jelas.

Contoh:

Yth. Bapak Dadang Sumarna
Manajer HRD
PT Selalu Berkah
Jalan Soekarno Hatta 108 Bandung

d) Penulisan kata "jalan" tidak disingkat.

e) Penulisan nomor alamat, tidak perlu dituliskan lagi. Contoh: Jalan Soekarno Hatta 108 Bandung

f) Singkatan kata atau kata untuk gelar akademis, pangkat, dan jabatan pada penulisan alamat surat tidak perlu diawali dengan kata sapaan "Bapak" atau "Ibu" karena gelar akademis dan pangkat itu sudah merupakan penghargaan kepada orang yang akan dikirimi surat. Akan tetapi, apabila adat-istiadat setempat mengharuskan pencantuman kata sapaan, penggunaannya dapat dibenarkan walaupun sebenarnya lewah.

Contoh:

Yth. Dr. Sudrajat
Jalan Daksinapati 1000 
Jakarta 13220

b. Salam Pembuka

Salam pembuka berfungsi sebagai penghormatan terhadap pihak yang dituju. Salam pembuka diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma.

Contoh:

Penulisan yang benar
Penulisan yang salah
Dengan hormat,
Dengan Hormat,
Dear Sir,
Dengan hormat.

c. Isi Surat

Secara umum, isi surat lamaran pekerjaan terbagi menjadi tiga bagian, yakni alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup.

1) Alinea Pembuka

Uraian dalam alinea pembuka, pada umumnya berisikan alasan pengiriman surat (misal karena adanya informasi lowongan kerja dari media sosial), penyampaian dan maksud melamar pekerjaan, dan penjelasan tentang jenis pekerjaan yang diminati.

Bagian ini, kutiplah sumber lowongan kerja dengan benar. Jika, informasi didapat dari surat kabar, cantumkan nama media massanya lengkap dengan nomor edisinya.

Contoh:

Sehubungan dengan Iklan yang dimuat dalam harian Kompas, 22 Februari 2020, tentang lowongan kerja, saya bermaksud melamar pekerjaan yang Bapak/Ibu tawarkan.

2) Alinea Isi

Isi surat lamaran merupakan bagian inti surat. Hal yang disampaikan, yakni menerangkat identitas pelamar (nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat) dan penjelasan-penjelasan lain yang berkenaan dengan syarat-syarat lamaran. Keterangan tambahan seperti syarat-syarat lamaran yang dilampirkan, terdapat pada bagian ini juga.

Contoh:

... maka dengan ini saya
nama                            : Ahmad Sunadi
tempat, tanggal lahir : Bandung, 19 Juli 1994
alamat                          : Jalan Sukamenak No.25 Kabupaten Bandung
nomor telepon/HP     : 087901618010

mengajukan lamaran untuk pekerjaan tersebut karena sesuai dengan latar belakang saya sebagai lulusan sarjana akuntansi, Universitas Padjajaran Bandung. Saya pun bisa bekerja dengan baik di bank yang Bapak/Ibu pimpin sekaitan dengan cita-cita saya selama ini untuk bisa bekerja di bank bertaraf nasional. Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan data berikut.
1. Riwayat hidup
2. Fotokopi ijazah S-1 lengkap
3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4. Pasfoto terbaru
5. Surat berkelakuan baik
6. Surat keterangan sehat

Isi surat lamaran harus ditulis dengan gaya yang menarik dan dapat meyakinkan penerima surat. Pelamar harus berusaha mendapatkan kepercayaan penerima surat lamaran. Isi surat lamaran harus singkat dan jelas, tidak bertele-tele, dan langsung pada persoalannya.

3) Alinea Penutup

Alinea penutup bisa berupa harapan atau ucapan terima kasih.

Contoh:

Besar harapan saya untuk bisa bekerja di perusahaan Bapak/Ibu. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

d. Salam Penutup

Salam penutup yang lazim dalam surat lamaran pekerjaan adalah hormat saya. Penulisan salam penutup hampir sama dengan salam pembuka, yakni diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma.

Contoh:

Penulisan yang benar
Penulisan yang salah
Hormat saya,
hormat saya,


e. Tanda Tangan dan Nama Jelas Pengirim

Sebuah surat selalu dibubuhi tanda tangan pengirim surat. Dalam penulisan nama pengirim, hindari penyingkatan nama.

Contoh: 

Penulisan yang benar
Penulisan yang salah

Hormat saya,

(tanda tangan)

Ahmad Sunadi

Hormat saya,

(tanda tangan)

Ahmad S


Nah, bagaimana? Bisa dimengerti, kan? Bisa, dong! Sanggahan dan tambahan, langsung saja berkomentar, ya!

Jadi, persiapkan lamaranmu untuk si doi #eh perusahaan yang kamu inginkan. Aku doakan, semoga kamu sukses. Salam #LiterasiMemesat.

Artikel yang berkaitan
Komentar