Literasi Digital: Literasi Penting Masa Kini

ditulis oleh: Lia Sylvia Dewi


Dewasa ini, kita hidup di tengah perkembangan teknologi. Tak dapat dimungkiri, digitalisasi mulai merambah ke berbagai aspek kehidupan, misalnya saja gawai yang sedang kita pakai sekarang. Akses informasi dan komunikasi kini bisa berlangsung tanpa memandang jarak dan waktu.


Hal-hal tak terbatas dan dapat dikatakan 'bebas' dalam media digital tak hanya memberikan keuntungan, tapi juga memberikan ancaman. Apabila masyarakat tidak pandai mengelola media digital, tidak mampu memilah dan mengolah informasi, serta kurang mampu menerapkan 'literasi'; berbagai ancaman pun muncul mulai dari perselisihan, ujaran kebencian, hingga penyebaran hoaks. 


Mengusung urgensi tersebut, literasi digital menjadi keterampilan yang esensial bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia. Literasi digital adalah kemampuan memahami operasional digital yang pertama kali dikemukakan oleh Paul Gilster (1997). Ia mengemukakan bahwa literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari piranti digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks (dalam Kurnianingsih, 2017). Melengkapi definisi tersebut, Eshet menekankan bahwa literasi digital seharusnya lebih dari sekadar kemampuan menggunakan sumber digital secara efektif. Seperti yang dikutip dari buku Kerangka Literasi Digital, literasi digital adalah kemampuan menggunakan TIK untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, dan mengomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.


Literasi digital dapat dimaknai sebagai suatu proses individu dalam mencari, mengolah, dan menggunakan media komputerisasi. Bagaimana upaya literasi digital dalam melawan arus informasi negatif? Tentu saja hal ini kembali pada peningkatan peran media sebagai sumber informasi pertama bagi masyarakat serta kebutuhan masyarakat untuk terus mendapatkan informasi terbaru. Ketika masyarakat tumbuh menjadi masyarakat informasional, dan teknologi informasi serta internet telah berkembang masif, maka literasi yang tumbuh pun ialah literasi digital (Sugihartati, 2018)


Literasi digital harus semakin digencarkan agar mampu menjangkau masyarakat secara luas, sehingga mampu meredam miskomunikasi dalam dunia digital. Kemampuan literasi tersebut sangat berguna dalam memerangi disintegrasi bangsa. Dalam hal ini, literasi digital berfungsi untuk menahan masyarakat menelan mentah-mentah informasi dari media yang bisa jadi disebarkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Literasi digital akan berguna untuk memeriksa akuntabilitas dan kebenaran dari sebuah informasi (Soegiono,2019). 


Komponen dalam literasi digital adalah : 1) kesadaran data selama mengakses internet , 2) memahami konsekuensi dari diseminasi digital dan data yang masuk agar menjadi informasi berguna, dan 3) internet untuk segala bukan hanya identik dengan fenomena disrupsi, melainkan juga distraksi. Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk membuat manusia menjadi lebih efektif dan efisien, tetapi apa yang ditawarkan digitalisasi juga membutuhkan kompetensi khusus agar dapat mengoptimalkan fungsi.


Selain komponen, literasi digital juga memiliki konsep kerangka yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu 1) proteksi, pemahaman tentang perlunya kesadaran terkait keselamatan dan kenyamanan pengguna internet, 2) hak-hak, yaitu terkait kebebasan berekspresi yang dilindungi dan kekayaan intelektual yang harus saling menghormati, dan 3) pemberdayaan, upaya menghasilkan karya serta kinerja yang lebih produktif. Dari kerangka tersebut diharapkan muncul inisiatif berbagai pihak untuk melakukan pemetaan, penyediaan, dan pengolaborasian konten (Donny, dkk).


Setelah mengetahui hal-hal terkait literasi digital, inilah saatnya kita meningkatkan kemampuan dan mengaplikasikan literasi tersebut. Sebagai pengguna media digital, penting juga bagi kita untuk menyebarkan 'ilmu' ini agar dikuasai oleh lebih banyak orang. 


Jadi, sudah siapkah kamu berliterasi di era digital ini? 


Sumber rujukan :

BU, Donny., dkk. Tanpa Tahun. Kerangka Literasi Digital. www.literasidigital.com 


Kurnianingsih, Inda., Rosini dan Nita Ismayanti. 2017. Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah dan Guru di Wilayah Jakarta Pusat Melalui Pelatihan Literasi Informasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3 (1) : 61 – 76.


Soegiono, Agie Nugroho. 2019. Tiga Aspek Literasi Digital : Mengapa Ponsel Membuat Anda Sulit Fokus. https://theconversation.com/tiga-aspek-literasi-digital-mengapa-ponsel-membuat-anda-sulit-fokus-103062. Diakses pada 31 Mei 2020.


Sugihartati, Rahma. 2018. Peran Literasi Kritis Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa. https://m.mediaindonesia.com/read/detail/183252-peran-literasi-kritis-menghadapi-ancaman-disintegrasi-bangsa. Diakses pada 6 Juni 2020.

Artikel yang berkaitan
Komentar