Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

ditulis oleh: Teti Julianti

Teks deskripsi merupakan sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, suasana, atau peristiwa (Kemendikbud,  2017). Teks deskripsi memiliki kaidah kebahasaan tersendiri. Berikut merupakan penggunaan bahasa pada teks deskripsi.

1. Menggunakan kalimat perincian untuk mengonkretkan.  

Pada teks deskripsi, kalimat yang digunakan haruslah rinci. Hal ini bertujuan untuk menkonkretkan suatu objek.

Contoh: 

- Ibuku orang yang sangat baik.

Kalimat perincian:

- Dia berusaha menolong semua orang.

- Dia sangat ramah.

- Dia selalu bertutur kata lembut kepada siapa saja.


2. Menggunakan kalimat cerapan pancaindra.

Teks deskripsi berisi kalimat yang seolah-olah dapat dilihat, didengar, dan dirasakan. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat melihat,  mendengar, dan merasakan juga objek yang sedang dideskripsikan.

Contoh:

- Pantai yang luas dengan pasir putih. (indra penglihatan) 

- Deburan ombak pantai yang berirama. (indra pendengaran) 

- Udara di kota Bandung akhir-akhir ini begitu sejuk. (indra perasa) 


3. Menggunakan sinonim. Dalam menulis teks deskripsi, tentunya kita harus memiliki pembendaharaan kata yang banyak. Sinonim digunakan untuk lebih mengkhususkan kata yang hendak disampaikan.

Contoh: 

- melihat = memandangi

- mendatangi = mengunjungi

- indah = mengagumkan


4. Menggunakan kata khusus.

Kata khusus merupakan antonim dari kata umum. Kata umum merupakan kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal. Kata khusus merupakan kata yang ruang lingkupnga lebih sempit.

Contoh:

- Kata umum: indah 

- Kata khusus: elok, molek, cantik, menawan, menakjubkan, memesona, manis.  


5. Menggunakan kalimat bermajas.

Majas yang sering digunakan dalam teks deskripsi adalah majas personifikasi. Majas personifikasi merupakan majas yang mengibaratkan sifat manusia ke dalam sebuah benda atau makhluk di luar manusia.  

Contoh: 

- Angin laut mengelus wajah.

Angin laut bukan manusia, tetapi di majas tersebut angin laut diibaratkan seperti manusia yang bisa mengelus.

- Melambai-lambai nyiur di pantai.

Nyiur merupakan makhluk hidup, tetapi kata melambai-lambai merupakan sikap yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Dalam majas di atas, nyiur diibaratkan seperti manusia yang dapat melambai-lambai.

Sumber: Kemendikbud 2017

Artikel yang berkaitan
Komentar