Bulan Bahasa: Setelah Perayaan, Lalu Apa?

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

28 Oktober 2021, ya, hari ini peringatan Sumpah Pemuda. Tentunya, identik juga dengan sebutan "Bulan Bahasa". Dengan kata lain, Oktober adalah bulannya bahasa Indonesia. Memang sebenarnya apa, sih, Bulan Bahasa itu? Kok, peringatan Sumpah Pemuda bisa berkaitan dengan Bulan Bahasa?

Alasan bulan Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan sastra merujuk pada sejarah bangsa. Pada bulan ini, tepatnya 28 Oktober yang diperingati sebagai Hari Sumpah pemuda, ditetapkan pula bahasa resmi yang akan digunakan untuk bermasyarakat, yakni bahasa Indonesia. Demikian pula, dalam bunyi ikrar Sumpah Pemuda poin ke-3, "Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia".

Biasanya, kalangan akademisi, penggiat bahasa, pemerhati bahasa, serta orang-orang yang turut memfokuskan kegiatan dengan hal-hal kebahasaan saja yang mengetahuinya. Pada bulan ini, kegiatan seperti lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan perlombaan lain yang berkenaan dengan bahasa diadakan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai adanya bulan bahasa dan sastra Indonesia. Peringatan Bulan Bahasa Indonesia adalah perayaan ulang tahun Sumpah Pemuda dengan berfokus pada janji ketiga. Apa yang kita lakukan pada hari ulang tahun hanyalah sebuah pengingat dan bentuk syukur.

Lalu, setelah perayaan, apa lagi?

Media sosial sudah menjadi sarana mencurahkan ekspresi ke-bahasa Indonesia-an. Sampai detik ini, cukup ramai akun media sosial yang mengunggah tentang ejaan, kaidah kalimat, koreksi kata baku, hingga artikel kebahasaan. Sementara itu, produksi karya sastra berbahasa Indonesia juga dipelopori oleh penulis-penulis muda yang mulai bermunculan dan mendapat respons positif dari pembaca. Terlebih, pembaca-pembaca kita kian kritis.

Aku Bahasa pun selalu mengupayakan eksistensi bahasa Indonesia di dunia digital. Meskipun dari segi kontenku kurang, tetapi hingga saat ini, sudah sekitar 20 ribu pengikut dan selalu mendapat respons positif. Yuk, dukung aku! Hehe

Apakah ini bisa disebut sebagai hasil dari poin ke-3 ikrar sumpah pemuda? Walaupun masih secuil, aku anggap ini sebuah pencapaian. Menumbuhkan rasa bangga dengan bahasa Indonesia mulai dari hal kecil. Ya, meskipun kadang-kadang salah, itu kan sebuah proses. Dengan berkontribusi mulai dari menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, lama-lama bahasa Indonesia akan sangat eksis. Ingat, percaya proses (ideologi yang dianut oleh penggemar Manchester United).

Perkembangan bahasa Indonesia masih sangat panjang dan perlu peran dari kawula muda. Apakah Sobatku bagian dari kawula muda itu? Meskipun hanya sedikit, apa salahnya kita menjadi bagian perkembangan bahasa Indonesia. Setuju?

Artikel yang berkaitan
Komentar