Aneka Majas dengan Racikannya (Bagian 1)

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

 "Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku".

Ya, ini bagian dari bumbu-bumbu penyedap dari bahasa. Dengan kata lain, bahasa Indonesia tidak melulu membahas kata baku dan tidak baku, bahasa Indonesia pun punya "seninya". Salah satunya gaya bahasa atau sering kita sebut "majas".

Istilah "majas" mungkin untuk sebagian orang akan asing didengar, tetapi setelah kita mendengar istilah seperti contoh sebelumnya, kita akan "ngeh".

Secara definisi, majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup. Mudahnya bisa kita pahami bahwa majas itu bisa menjadi ungkapan yang bisa menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.

Contoh seperti pada awal artikel, "hembusan angin ... membelai rambutku". Jika dalam makna sebenarnya, hembusan angin tidak akan mungkin bisa membelai rambut seseorang. Namun, dalam kalimat tersebut bisa kita artikan bahwa hembusan angin di tepi pantai sangat terasa sampai ke rambut.

Perlu kita ketahui juga, majas dalam bahasa Indonesia ini cukup banyak sehingga bisa dikategorikan dalam 4 bagian, yakni majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, majas pertentangan. Kita bahas satu per satu, ya!

1. Majas Perbandingan

Majas ini terbilang umum dan banyak sekali dikenal di khalayak umum. Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan untuk menyatakan perbandingan sehingga meningkatkan kesan dan pengaruh terhadap pembaca atau pendengar. Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, yaitu alegori, metafora, metonimia, litotes, personifikasi, hiperbola, pars pro toto, totem pro parte, eufimisme, dan masih banyak lagi.

2. Majas Sindirian

Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran terhadap seseorang/sesuatu. Penggunaan majas sindiran ini bertujuan untuk meningkatkan makna dan kesannya terhadap seseorang yang membaca atau mendengar. Majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, yaitu ironi, sarkasme, sinisme, dan satire.

3. Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan majas atau gaya bahasa yang mengulang suatu kata dengan tujuan untuk menegaskan tentang sesuatu. Penegasan diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama namun berbeda makna ataupun kata yang tidak persis sama namun maknanya masih berkaitan. Majas penegasan ini dikenal juga dengan sebutan majas pengulangan. Majas yang termasuk ke dalam majas penegasan, yaitu retoris, pleonasme, repetisi, klimaks, antiklimaks, alonim, interupsi, aliterasi, dan masih banyak lagi.

4. Majas Pertentangan

Senada dengan namanya, majas pertentangan menyatakan sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk menjelaskan maksud yang berlawanan dengan pernyataan dalam kalimat. Penggunaan pernyataan berlawanan ini ditujukan untuk menguatkan makna dari hal yang disampaikan. Selain itu, majas pertentangan juga ditujukan untuk memperkuat kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Majas yang termasuk ke dalam majas pertentangan, yaitu paradoks, oksimoron, antitesis, kontradiksi interminus, dan anakronisme.

Nah, bagaimana? Banyak, kan? Ini bukti bahwa bahasa Indonesia ini kaya. Yap, sangat kaya.

Oh iya, agar pembahasan majas lebih jelas, kita bahas tiap bagiannya di artikel selanjutnya. Jangan kemana-mana, ya! Salam #LiterasiMemesat

Artikel yang berkaitan
Komentar