Teks Cerita Inspiratif

ditulis oleh: Rima Rismaya

Teks cerita inspiratif atau bisa disebut juga teks narasi merupakan suatu teks bacaan yang menceritakan atau menjelaskan secara detail sebuah kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Berikut ini merupakan jenis-jenis teks cerita inspiratif.

1. Teks cerita inspiratif ekspositorik, merupakan sebuat teks cerita inspiratif yang mempunyai sasaran untuk memberikan sebuah informasi secara tepat tentang suatu kejadian atau peristiwa dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

2. Teks cerita inspiratif sugestif, merupakan teks cerita inspiratif yang berupaya untuk memberikan suatu maksud tertentu atau menyampaikan sebuah amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengarnya.

Perbedaan teks cerita inspiratif dan teks deskripsi, yaitu pada teks cerita inspiratif terdapat unsur peristiwa, perbuatan, konflik, dan waktu yang melatarbelakanginya. Teks cerita inspiratif dapat menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”, sedangkan teks deskripsi tidak.

A. Ungkapan Perasaan setelah Pembacaan Teks Cerita Inspiratif

Setelah membaca teks cerita inspiratif, kamu tentunya akan merasakan beberapa hal. Hal-hal yang kamu rasakan ini bisa disebut sebagai ungkapan perasaan. Berikut ini beberapa ungkapan perasaan yang muncul setelah pembacaan teks cerita inspiratif.

1. Simpati diartikan sebagai keikutsertaan seseorang dalam merasakan perasaan orang lain, seperti senang, sedih, susah, gembira, dan lain-lain.

2. Kepedulian adalah kesanggupan untuk menghiraukan suatu keadaan.

3. Empati merupakan suatu kondisi mental ketika seseorang bisa merasakan atau mengidentifikasi dirinya dalam kondisi emosional, perasaan, serta pemikiran yang serupa dengan orang lain maupun dengan kelompok lainnya.

4. Perasaan pribadi adalah respon yang dipelajari tentang sebuah keadaan emosi di lingkungan atau kebudayaan tertentu.

B. Unsur-unsur Teks Cerita InspiratifBerikut ini unsur-unsur yang membangun teks cerita inspiratif.

1. Alur (plot), yaitu rentetan kejadian yang mengatur hubungan peristiwa demi peristiwa agar saling berkaitan secara logis. Alur juga memandu penggambaran tokoh dalam setiap peristiwa secara wajar. Kondisi batin tokoh dalam tindakannya harus terikat dalam satu kesatuan waktu. Penyajian cerita dapat berupa penjelasan dan dapat pula berupa dialog antartokoh.Contoh:Kala itu mentari belum bangun dari peraduannya, ayam jago pun belum melakukan tugasnya. Namun Pak Raden telah keluar dari kediamannya.

2. Pengembangan, yaitu rentetan kejadian yang dimulai dengan pengenalan atau pendahuluan, isi (bagian peristiwa), dan bagian penutup. Pada fase pertama yaitu pendahuluan atau pengenalan, diperkenalkan tokoh-tokoh cerita. Fase kedua menampilkan pertikaian yang terjadi antartokoh yang semakin lama semakin meruncing. Pada fase ketiga, barulah terjadi peleraian atau penyelesaian cerita.Contoh:

a. Fase pertama : Namun, Pak Raden telah keluar dari kediamannya. Kulitnya yang keriput dan tipis seolah-seolah tidak mempan akan hembusan angin pagi yang berusaha membekukan kulitnya.

b. Fase kedua : Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seorang yang sangat mungil dan lucu tergeletak di bawah pohon beringin besar itu. Ketika dia mencoba untuk mengangkat bayi itu, tiba-tiba ada seekor harimau yang cukup besar hendak menyerangnya. Akan tetapi, dengan cekatan Pak Raden mengelak terkaman harimau itu.

c. Fase ketiga : Setelah berhasil membunuh harimau itu, Pak Raden mengangkat bayi tersebut lalu ia bawa pulang ke rumahnya untuk diurus dan diangkat sebagai anaknya.


Sumber:

Senjaya, A.M, dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Bandung: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia B 2015 Universitas Pendidikan Indonesia.

COMMENTS