Sering Beropini? Mari Pelajari Teks Editorial

ditulis oleh: Ali Hasan Asyari

Apakah sobatku sering membaca tajuk wacana dalam koran? Yap, artikel ini akan membahas tuntas melalui teks editorial. Apa itu?

Sebelum membahasnya lebih dalam, ada baiknya kita mengkaji dulu pengertian editorial berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan KBBI, editorial memiliki dua arti. Pertama, editorial memiliki arti "mengenai atau berhubungan dengan editor atau pengeditan". Kedua, editorial berarti "artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah; tajuk rencana".

Dari penjelasan tersebut, kita simpulkan, yakni sebuah artikel yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan media terhadap suatu peristiwa atau masalah dari berbagai macam hal. Mulai dari masalah politik, ekonomi, peristiwa fenomenal, klarifikasi media, hingga kejadian kontroversial.

Kemudian, apa sih yang menjadi ciri khas dari teks editorial? Biasanya membahas topik hangat yang sering dibahas atau kita sebut sedang "tren". Namun, biasanya juga, teks editorial ini bisa menimbulkan diskusi hangat bagi pembaca. Bahkan bisa menjadi kontroversi. Di dalam teks editorial bertujuan untuk menjelaskan, mengklarifikasi, atau mengevaluasi suatu topik tertentu. Hal ini karena teks editorial dibuat berdasarkan opini langsung dari redaktur, tetapi tetap berdasarkan data. Maka dari itu, kebanyakan media massa seperti koran menaruh teks editorial di kolom tajuk atau wacana.

Lalu, bagaimana contoh nyata teks editorial?

Silakan simak teks di bawah ini.

MK bukan Keranjang Sampa
Mediaindonesia.com
RUANG demokrasi dan konstitusi jelas sama pentingnya. Demokrasi yang sehat akan melahirkan konstitusi yang berkualitas. Konstitusi ialah rambu untuk menjaga kemurnian demokrasi.
Demokrasi mestinya bukan hanya lewat proses formal, seperti pemilu. Demokrasi jalanan alias demonstrasi tidak lebih kerdil nilainya sehingga dijamin sepenuhnya oleh konstitusi.
Meski demikian, demonstrasi di masa pandemi bisa berpotensi menjadi klaster baru covid-19. Karena itulah, muncul anjuran untuk menghentikan demonstrasi terkait UU Cipta Kerja. Jauh lebih elok bila penolakan atas UU Cipta Kerja disalurkan melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). 
Anjuran itu datang dari Presiden Joko Widodo. Ia meminta masyarakat yang keberatan dengan UU Cipta Kerja untuk mengajukan gugatan ke MK. "Jika masih ada ketidakpuasan terhadap UU Cipta Kerja, silakan ajukan uji materi ke MK," kata Presiden dalam konperensi pers virtual, Jumat (9/10).... 
Selengkapnya: https://m.mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2141-mk-bukan-keranjang-sampah


Contoh gambar teks editorial


Bagaimana? Sudah terbayang, kah?

Oh iya, teks editorial juga punya struktur yang perlu kita ketahui.

1. Pengenalan isu

2. Penyampaian Argumentasi

3. Simpulan


Mudah, kan?

COMMENTS