Morfem: Awal Kemahiran Berkata-kata

ditulis oleh: Herawati

Cabang ilmu dalam linguistik memiliki beberapa jenis, salah satunya morfologi. Cabang linguistik ini membahas tentang morfem dan kombinasinya; atau ilmu yang membahas bentuk kata. Sebelum lebih jauh membahas tentang morfologi, kita mulai dengan membahas tentang morfem. 

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Morfem tidak dapat dibagi ke dalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi. Di dalam morfem, kita akan menemukan morf dan alomorf. Morf adalah bentuk terkecil dari morfem yang belum diketahui statusnya/distribusinya. Misal /i/ pada *kenai* adalah morf, sedangkan alomorf adalah anggota morfem yang sudah diketahui statusnya/telah ditentukan posisinya. Misal, /ber/, /be/, /bel/ adalah alomorf dari morfem {ber-}. Untuk lebih jelasnya lihat bagan berikut.

{ber-}+kerja -->  bekerja 
{ber-}+ajar -->  belajar
{ber-}+pakaian --> berpakaian

Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Beberapa jenisnya antara lain:

1. Morfem bebas dan morfem terikat

Morfem bebas merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri, misal: rumah, lari, tanah, sedangkan morfem terikat ialah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran. Misal: juang, henti, baur, bugar, renta, kerontang.

2. Morfem utuh dan morfem terbagi

Morfem utuh adalah morfem yang terdiri dari satu kesatuan, misal {buku}, {hutan}, {satu}, sedangkan morfem terbagi merupakan morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Misal, pada kata kesatuan yang memiliki morfem utuh {satu} dan morfem terbagi {ke-/an}.

3. Morfem segmental dan morfem suprasegmental

Morfem segmental merupakan mprfem yang berwujud bunti yang dibentuk oleh fonem segmental. Misalnya, {lihat}, {lah}, {sikat}, dan {ber}, sedangkan morfem suprasegmental ialah morfem yang dibentuk oleh unsur suprasegmental seperti tekanan, nada, durasi, dan lainnya. Biasanya morfem suprasegmental ini terdapat pada bahasa Cina, Thailand, Burma. Sebab, bahasa di negara tersebut memerhatikan unsur nada pada saat pengucapannya, berbeda nada maka maknanya akan berbeda. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak memiliki morfem suprasegmental. 

4. Morfem zero

Morfem zero merupakan morfem yang beralomorf zero. Dalam bahasa Indonesia, morfem zero tidak berlaku. Biasanya morfem zero berlaku dalam bahasa Inggris, misalnya pada kata “sheep” yang tetap sama walaupun berbentuk tunggal maupun jamak. 

5. Morfem bermakna leksikal dan morfem tidak bermakna leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang memiliki makna pada dirinya sendiri, tidak perlu bergabung dengan morfem lain. Misal, {rumah}, {kucing}, {biru}, {pergi}. Morfem leksikal bisa digunakan secara bebas karena dapat berdiri sendiri dengan makna tersendiri. Berbeda halnya dengan morfem tidak bermakna leksikal, morfem ini baru memiliki makna setelah bergabung dengan morfem lain dengan suatu proses morfologi. Misalnya, morfem {ber-}, {me-}, {ter-}. Morfem tidak bermakna leksikal ini lebih dominan dengan morfem-morfem afiks.

Nah, apakah sudah kenal dengan morfem? Semoga perkenalan dengan morfem ini membantu untuk memahami cabang ilmu morfologi untuk selanjutnya ya! 


Sumber:

KBBI V daring

Chaer, Abdul. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

COMMENTS