Menentukan Inti Kalimat

ditulis oleh: Yulia Yulian

Halo, Adik-adik yang sedang bersiap menghadapi UN. Semoga tetap semangat, ya. Hari ini kita akan membahas salah satu kisi-kisi UN dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni menentukan inti kalimat pada bacaan non-sastra.

Adik-adik mungkin bingung dengan materi ini karena sering dipersandingkan dengan ide pokok, isi tersirat, kalimat utama, atau kalimat penjelas. Apa sebenarnya inti kalimat itu? Bagaimana cara menentukannya? Apakah berbeda dengan ide pokok dan yang lainnya?

 Mari kita cari tahu!

Yang jelas, inti kalimat bukanlah sebuah ide pokok. Jika adik-adik disajikan sebuah kalimat atau teks dan diminta untuk menentukan inti kalimat, adik-adik harus ingat bahwa yang ditanyakan itu bukanlah masalah utama yang dibahas (ide pokok). Inti kalimat adalah unsur inti dari sebuah kalimat. 

Yang disebut dengan unsur inti adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Artinya, adik-adik cukup menentukan Subjek dan Predikat dalam sebuah kalimat untuk menentukan inti kalimatnya. Tidak hanya itu, adik-adik juga harus mencari inti dari Subjek dan Predikat (biasanya satu kata) jika Subjek dan Predikat tersebut panjang. 

Kita lihat pada contoh soal berikut.

Kalimat inti dari kalimat Perempuan yang memakai baju poldakot itu sedang duduk di kursi taman adalah ….
A. Perempuan duduk 
B. Perempuan yang memakai baju
C. Perempuan  duduk di kursi taman
D. Perempuan itu memakai baju polkadot
E. Perempuan yang memakai baju polkadot itu duduk

Pembahasan:

Perempuan yang memakai baju polkadot itu (S) sedang duduk (P) di kursi taman. (K)


Kalimat tersebut terdiri dari 3 unsur, yakni SPK. Seperti yang sudah disebutkan, untuk menentukan inti kalimat, kita hanya perlu menentukan SP-nya saja. Dengan demikian, unsur Keterangan di kursi taman bukanlah bagian dari inti kalimat.


Selanjutnya, karena unsur S dan P dalam kalimat tersebut masih panjang, kita harus menentukan lagi intinya sehingga menjadi lebih sederhana. 
perempuan yang memakai baju polkadot itu -> perempuan 
sedang duduk -> duduk


Dengan demikian, inti kalimatnya adalah perempuan duduk.
Jawaban: A

Sampai sini Adik-adik mungkin bertanya, bagaimana dengan unsur Objek (O) dan Pelengkap (Pel)? Apakah unsur-unsur tersebut harus ada dalam inti kalimat?

Kembali lagi, unsur inti kalimat adalah SP. 

Namun, unsur O atau Pel dapat muncul dalam inti kalimat jika Predikatnya memang membutuhkan Objek atau Pelengkap tersebut. 

Perhatikan kalimat-kalimat berikut.

Nenek tua yang sudah berumur 70 tahun itu (S) sedang membuat (P) kue cucur yang enak (O).
Kambing milik Pak Danur (S) sedang memakan (P) rumput (O) di lapangan (K).
Pedagang yang berbaju coklat itu (S) menjual (P) roti canai (O).

Kata kerja membuat, memakan, dan menjual yang merupakan unsur Predikat, tidak bisa berdiri sendiri tanpa Objek karena kalimatnya akan menjadi tidak utuh. Inti kalimat seperti Nenek membuat, kambing memakan, dan pedagang menjual, adalah inti kalimat yang tidak utuh jika hanya menentukan SP-nya saja. Oleh karena itu, Objek bisa termasuk ke dalam inti kalimat jika Predikatnya memang membutuhkan Objek (selengkapnya kalian bisa mempelajari kata kerja ekatransitif). 

Sama halnya dengan Objek, Pelengkap juga bisa muncul dalam inti kalimat jika Predikatnya membutuhkan Pelengkap. Sekarang coba Adik-adik buktikan sendiri dengan mencari inti kalimat dalam kalimat-kalimat berikut. Apakah Pelengkapnya bisa muncul dalam inti kalimat? 

Sejak tahun kemarin (K), laki-laki itu (S) sudah menjadi (P) pengusaha yang sukses di bidang tekstil (Pel).
Bibi (S) membuatkan (P) adikku (O) segelas coklat dingin (Pel).
Mirna (S) menamai (P) kucingnya (O) Bulbul (Pel). 

Jika kalian sudah menemukan inti kalimatnya, tuliskan di komentar, ya!

Semoga membantu.

COMMENTS