Mari Berkenalan dengan Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

ditulis oleh: Desi Ari Sandi

Sebelum membahas tentang kalimat verbal dan kalimat nominal, mari kita jemput kembali ingatan kita mengenai kalimat itu sendiri. Mungkin ada beberapa dari teman-teman Aku Bahasa yang sudah lupa. Menurut Wikipedia, kalimat merupakan rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat juga mengungkapkan pikiran yang utuh, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir.

Berkaitan dengan itu, dalam wujud tulisan kalimat diawali dengan huruf kapital dan ditandai dengan tanda titik (.) apabila menyatakan kalimat berita, tanya tanya (?) apabila menyatakan pertanyaan, dan tanda seru (!) apabila menyatakan kalimat perintah. Kalimat dalam ragam bahasa resmi, baik lisan maupun tertulis harus memiliki sebuah subjek (S) dan predikat (P). 

Apakah teman-teman Aku Bahasa sudah paham? Mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya, yakni tentang kalimat verbal.

Kita uraikan terlebih dahulu mengenai kata “verbal”. Menurut KBBI, verbal itu berarti bersifat verba. Lalu, apa kalimat verbal itu? Kalimat verbal merupakan kalimat yang memiliki predikat berupa verba (kata kerja). Susunan dari kalimat ini, yaitu subjek dan predikat. 


Adapun syarat-syarat untuk membentuk kalimat verbal adalah sebagai berikut.

1.  Subjek harus berisi nomina (kata benda), misalnya nama orang, hewan, tumbuhan, dan lain-lain.

2.  Predikat harus berisi verba (kata kerja), misalnya menulis, mencintai, berlari, dan lain-lain.

Bisa ditambahkan juga sebagai berikut.

1.  Objek, misalnya buku, kopi, kamu, dan lain-lain.

2.  Keterangan waktu, misalnya 3 jam yang lalu, besok, minggu ini, dan lain-lain.

3.  Keterangan tempat, misalnya di rumah, di sekolah, di jembatan, dan lain-lain.

Contoh kalimat verbal sebagai berikut.

1.  Kabayan tertidur.

2.  Petruk membaca koran.

3.  Gareng menjemur baju di halaman.

4.  Sancaka belajar pencak silat kemarin malam.


Nah, sekarang mari kita lanjutkan membahas tentang kalimat nominal. Seperti biasa, kita uraikan terlebih dahulu mengenai kata “nominal”. Menurut KBBI, nominal berarti bersangkutan dengan nomina. Maka, kalimat nominal merupakan kalimat yang predikatnya bukan kata kerja melainkan kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan. Susunan kalimat nominal sama dengan kalimat verbal. Namun, yang membedakan hanya predikatnya yang bukan kata kerja. 


Adapun syarat-syarat untuk membentuk kalimat nominal adalah sebagai berikut.

1.  Subjek berisi kata benda, misalnya nama orang, hewan, tumbuhan, dan lain-lain.

2.  Predikat berisi kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan.

Bisa ditambahkan juga beberapa hal berikut ini.

1.  Objek, misalnya buku, kopi, kamu, dan lain-lain.

2.  Keterangan waktu, misalnya 3 jam yang lalu, besok, minggu ini, dan lain-lain.

3.  Keterangan tempat, misalnya di rumah, di sekolah, di jembatan, dan lain-lain.

Contoh kalimat nominal sebagai berikut.

1.  Ibu saya adalah seorang guru.

2.  Gedung itu mewah sekali

3.  Wah, laptop kamu baru, ya?

4.  Itu novel terbaru.


Gimana, nih, teman-teman Aku Bahasa, sudah paham, kan? Semoga bermanfaat, ya!


Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat

https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Verbal

https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Nominal

COMMENTS