Makna Leksikal dan Gramatikal

ditulis oleh: Yulia Yulian

Di dalam ilmu makna (Semantik), istilah makna leksikal dan gramatikal termasuk ke dalam istilah dasar yang perlu diketahui sejak awal. Kedua istilah ini dibedakan berdasarkan objek yang ditelitinya. Sebelum masuk ke pembahasan perbedaannya, sepertinya kita harus membahas dulu arti dari kata leksikal dan gramatikal itu sendiri. 

Leksikal dan gramatikal adalah bentuk kata sifat dari kata benda leksikon dan gramatika. Secara sederhana, leksikon berarti kosakata dan gramatika berarti tata bahasa. Dengan demikian, makna leksikal berarti makna yang bersifat kata dan makna gramatikal berarti makna yang sesuai dengan proses tata bahasa. 

Objek yang dikaji oleh makna leksikal adalah tataran kosakata saja, sedangkan makna gramatikal objek kajiannya lebih kompleks lagi. Tataran gramatika meliputi cabang morfologi dan sintaksis.

Setidaknya, makna leksikal dapat diartikan dalam beberapa buah definisi sebagai berikut.

- makna yang bersifat kata

- makna yang sesuai rujukannya

- makna yang sesuai dengan hasil pengamatan alat indera

- makna yang dapat diperoleh tanpa konteks

- makna kamus (*)


Sebagai contoh, perhatikan kata kursi, memetik, dan buaya dalam kalimat-kalimat berikut.

(1) Di sudut ruangan itu terletak sebuah kursi usang milik Kakek. 

(2) Sudah lama tetangga kami itu menginginkan kursi di kabinet pemerintahan yang baru.

(3) Setiap pergantian musim ia selalu memetik bunga yang berbeda-beda. 

(4) Kita selalu bisa memetik hikmah dari setiap kejadian.

(5) Seorang anak dikabarkan dimakan oleh buaya di sungai dekat rumahnya. 

(6) Pria itu memang buaya, tak tega aku melihat Marni disakiti seperti itu.


Makna leksikal dari kata kursi, memetik, dan buaya secara berturut-turut adalah tempat duduk yang berkaki dan bersandaran, mengambil dengan mematahkan tangkainya, dan binatang melata berdarah dingin berbadan besar serta berkulit keras. Dengan demikian, kata-kata yang bermakna leksikal ada pada kalimat (1), (3), dan (5).

*Makna leksikal sering disebut sebagai makna kamus. Hal ini dapat dikatakan benar, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Makna kamus berarti maknanya sesuai dengan apa yang ada di dalam kamus. Padahal, makna atau arti yang ada di dalam kamus (katakanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia) itu tidak semuanya bersifat leksikal. Sebagai contoh, makna kata kursi dalam kalimat (2) juga terdapat dalam KBBI, yakni kedudukan, jabatan. Apakah makna tersebut sesuai dengan definisi makna leksikal di atas? 


Sekarang, kita akan memahami makna gramatikal. Definisi dari makna gramatikal akan lebih dipahami jika kita memahami ilmu Morfologi. Hal ini karena proses gramatika mencakup proses afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (penggabungan) yang dipelajari di dalam Morfologi.

Secara sederhana, makna gramatika berarti makna yang muncul dari proses pengimbuhan, pengulangan, atau penggabungan kata.

Perhatikan kata-kata berikut sebagai contoh.

Pengimbuhan

(7) Pakaian ini terbawa olehku.

(8) Koper seberat ini tidak akan terbawa oleh anak itu. 

Pengimbuhan ter- dengan kata dasar bawa pada kalimat (7) menghasilkan makna gramatikal tidak sengaja dibawa, sedangkan pada kalimat (8) berarti dapat dibawa.

Pengulangan

(9) Bukalah gerbang itu lebar-lebar.

(10) Ibu menyuruhku untuk memetik daun yang lebar-lebar.

Proses pengulangan kata lebar pada kalimat (9) bermakna gramatikal selebar mungkin, dan pada kalimat (10) bermakna hanya yang lebar.

Penggabungan

(11) Menurutku, sate ayam lebih empuk.

(12) Orang Korea itu baru mencoba sate Madura.

Penggabungan kata sate dengan ayam dan Madura menghasilkan dua makna yang berbeda, yakni sate yang bahannya dari ayam dan   berasal dari Madura.

Itulah perbedaan dari makna leksikal dan gramatikal. Selain kedua makna tersebut, ada pula yang disebut dengan makna denotatif dan konotatif, makna kias dan lugas, serta makna konseptual dan asosiatif. Nantikan pembahasan semua makna tersebut, ya!

COMMENTS