Kalimat Inversi

ditulis oleh: Lia Sylvia Dewi

Tahukah kalian, dalam tatanan kalimat bahasa Indonesia, terdapat jenis kalimat bernama inversi. Nah, kalimat inversi ini merupakan kalimat yang memiliki pola struktur berbeda dari biasanya (Cahyono, 2016). Menurut Ramlan (2005), kalimat berklausa selalu memiliki fungsi subjek dan predikat. Bedanya, dalam kalimat inversi, urutan yang awam digunakan itu menjadi terbalik sehingga fungsinya adalah predikat+subjek (Alwi, 2003 : 365). Namun, fungsi-fungsi lainnya seperti objek, pelengkap, dan keterangan juga menjadi unsur pembentuk struktur kalimat inversi. 

Lalu, seperti apa kira-kira struktur kalimat inversi? Bambang E.H. Cahyono dalam jurnalnya membagi pola kalimat inversi menjadi delapan, loh! Yuk, kita simak. 

1. Predikat + Subjek

Contoh : Sakit hatinya. 

2. Predikat + Objek + Subjek

Contoh : Tendanglah bola itu, Ami! 

3. Predikat + Pelengkap + Subjek

Contoh : Sedang belajar bahasa asing dia. 

4. Predikat + Objek + Pelengkap + Subjek

Contoh : Menuangkan Ayah kopi adikku itu. 

5. Predikat + Subjek + Keterangan (keterangan bersifat fleksibel)

Contoh : Sepi sekali rumahku malam ini. 

6. Predikat + Objek + Subjek + Keterangan (keterangan bersifar fleksibel) 

Contoh : Memancing ikan kami malam itu. 

7. Predikat + Pelengkap + Subjek + Keterangan (keterangan bersifat fleksibel) 

Contoh : Terlihat cantik sekali dia siang ini. 

8. Predikat + Objek + Pelengkap + Subjek + Keterangan (keterangan bersifat fleksibel)

Contoh : Memberikan Tiara sebuah buku aku malam ini. 


Bagaimana? Sudah kenal, kan, dengan kalimat inversi? Selanjutnya, kalimat inversi ini akan dibedakan berdasar pada pembagian jenis kalimat yang dikemukakan oleh Ramlan, yaitu kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan ekslamatif. 

a.  Kalimat inversi deklaratif, yaitu kalimat berita yang diawali oleh predikat. Terdapat dua tipe kalimat inversi deklaratif ini :

1) Tipe yang dapat diubah pola urutannya menjadi subjek + predikat. 

Contoh : Ramai rumahku -> Rumahku ramai

2) Tipe yang tidak dapat diubah pola urutannya menjadi subjek + predikat. 

b. Kalimat inversi interogatif, yaitu kalimat tanya yang predikatnya berada di awal. Ada dua tipe kalimat inversi interogatif :

1) Memerlukan jawaban ya atau tidak. 

Contoh : Pergikah dia? 

2) Memerlukan jawaban penjelas. 

Contoh : Pergi kemana dia? 

c.  Kalimat inversi imperatif, yaitu kalimat perintah yang diawali oleh predikat.

Contoh : Minumlah, Dian! 

d. Kalimat inversi ekslamatif, yaitu kalimat yang melakukan penekanan pada predikat. Biasanya, kalimat ini digunakan untuk mengungkapkan rasa kagum atau heran. 

Contoh : 

- Manis sekali wajahmu! 

- Jahat sekali orang itu! 


Meskipun frekuensi penggunaannya masih sedikit,  kalimat inversi ini amat perlu kita kuasai. Sebab, kalimat inversi bisa digunakan untuk menekankan makna, apalagi berkaitan dengan bahasa lisan. Yuk, kita coba menulis kalimat inversi lainnya!

Referensi :

Alwi, Hasan.,dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. 

Cahyono, Bambang Eka Hari. 2016. Kalimat Inversi dalam Bahasa Indonesia. Journal Indonesian Language Education and Literature. 1 (2) : 53 - 73.

Ramlan, M. 2005. Sintaksis. Yogyakarta : CV Karyono.

COMMENTS