Frasa Endosentris dan Jenis-Jenisnya

ditulis oleh: Yulia Yulian

Pembahasan mengenai dasar frasa sudah pernah ditampilkan di artikel ini. Jadi, jika Sobatku mau memahami frasa dengan lebih baik, bisa baca artikel tersebut dulu, ya.

Artikel kali ini akan membahas salah satu jenis frasa, yaitu frasa endosentris. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa frasa dapat digolongkan menjadi dua. Penggolongan tersebut (1) berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya dan (2) berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya. Nah, untuk frasa endosentris sendiri, dia ada di penggolongan yang pertama, ya, Sobatku. Berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya, frasa dibagi menjadi dua, yaitu (1) frasa endosentris dan (2) eksosentris. Sampai sini cukup jelas, ya?

Akan tetapi, penggolongan ini belum selesai, loh. Frasa endosentris sendiri masih digolongkan menjadi tiga jenis lagi, he-he. Namun, sebelum kita bahas penggolongannya, mari kita dalami terlebih dahulu apa itu frasa endosentris. Yuk, capcus~

Frasa endosentris merupakan frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsur maupun salah satu unsur tersebut. Bingung, ya? Mari kita langsung lihat contohnya!

Frasa: dua orang anak
Klausa: dua orang anak sedang bergelayutan di atas pohon

Frasa dua orang anak disebut frasa endosentris karena memiliki distribusi yang sama dengan unsur (1) dua orang dan (2) anak. Artinya, frasa dua orang anak itu terdiri dari dua unsur. Nah, frasa lengkap dua orang anak ini memiliki posisi yang sama dengan unsur dua orang maupun dengan unsur anak dalam sebuah klausa atau kalimat. Persamaan distribusi ini dapat diketahui dari uraian berikut.

1) dua orang anak sedang bergelayutan di atas pohon

2) dua orang sedang bergelayutan di atas pohon

3) anak sedang bergelayutan di atas pohon

Sekarang mari kita bahas jenis-jenis frasa endosentris dulu.


1) Frasa Endosentris yang Koordinatif

Frasa endosentris yang koordinatif merupakan frasa yang unsur-unsurnya terdiri atas unsur yang setara. Bagaimana sebuah frasa dapat disebut frasa yang koordinatif? Biasanya tinggal kita butkikan dengan penggunaan kata hubung dan atau atau. 

Contoh:

ibu bapak -> ibu (dan/atau) bapak
kakak adik -> kakak (dan/atau) adik
lahir batin -> lahir (dan) batin
bulan bintang -> bulan (dan/atau) bintang
darat laut -> darat (dan/atau) laut
dunia akhirat -> dunia (dan/atau) akhirat
datang dan pergi
berusaha dan berdoa
menggambar dan mewarnai

2) Frasa Endosentris yang Atributif

Frasa endosentris yang atributif merupakan frasa yang unsur-unsurnya tidak setara. Dengan demikian, kata hubung dan  dan atau tidak dapat digunakan di antara unsur-unsurnya. Dalam frasa endosentris yang atributif ini, terdapat unsur pusat atau inti dan unsur atributif (keterangan/penjelas). 

Contoh: 

mobil baru
halaman sempit
rumah mewah
sangat pintar
tadi pagi
sedang tidur

Kata yang dimiringkan merupakan unsur pusat dari frasa tersebut, sedangkan yang tidak dimiringkan adalah unsur atributif. Sobatku, mungkin lebih mengenal frasa atributif ini dengan hukum DM (Diterangkan-Menerangkan) dan hukum MD (Menerangkan-Diterangkan). Dalam kedua hukum ini, kata yang Diterangkan merupakan unsur pusat, yaitu unsur yang terpenting. Sementara itu, kata yang Menerangkan merupakan unsur atributif, yakni unsur yang menerangkan unsur pusat untuk membentuk frasa yang bersangkutan. 

3) Frasa Endosentris yang Apositf

Sebelumnya, Sobat mesti tahu dulu pengertian dari aposisi.

apo.si.si

n Ling ungkapan yang berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnua dalam kalimat yang bersangkutan. 

Frasa endosentris yang apositif merupakan frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur pusat dan mengacu pada hal yang sama. Unsur pusat yang satu berperan sebagai aposisi bagi unsur pusat yang lain. Dengan kata lain, unsur pusatnya bisa saling menggantikan. Namun, Sobat perlu tahu bahwa frasa apositif ini berbeda dengan frasa koordinatif karena tidak dapat dihubungkan dengan kata dan atau atau

Contoh:

Bogor, kota hujan, adalah tempat ayahku dilahirkan. 

Bagian yang dimiringkan merupakan frasa apositif. Frasa tersebut tidak dapat diberi kata hubung dan/atau.

(X) Bogor dan kota hujan adalah tempat ayahku dilahirkan. 
(X) Bogor atau kota hujan adalah tempat ayahku dilahirkan 

Contoh lain:

Yudha, putra Pak Damar
Joko Widodo, Presiden RI
Sekar, teman dekatku

Kira-kira begitulah penjelasan kami tentang frasa endosentris, ya, Sobatku. Semoga bermanfaat!

COMMENTS